Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Ini Jepretan Lensa Gerhana Bulan Total Nan Menakjubkan
Sabtu, 28 Juli 2018 - 12:02:24 WIB
Penampakan gerhana bulan total di Konya, Turki. [Getty Images].

SULUHRIAU- Tak ada habisnya membahas keindahan fenomena gerhana bulan total yang terjadi dinihari tadi.

Masyarakat di seantero Nusantara dan berbagai belahan dunia mengabadikan fenomena alam ini. Sungguh indah lagi menakjubkan.

Peristiwa alam langka ini, dapat dilihat di wilayah Indonesia. Puncak Gerhana Bulan Total akan terjadi selama 103 menit dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Ini adalah yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. Peristiwa gerhana bulan total terlama bakal terjadi lagi pada 9 Juni 2123 yang mencapai 106 menit. Namun gerhana ini tidak dapat diamati di Indonesia.

Selanjutnya gerhana bulan total terlama juga dapat disaksikan pada 19 Juni 2141 yakni mencapai 106 menit.

Lamanya durasi gerhana bulan total yang bakal terjadi 28 Juli disebabkan oleh tiga hal. Pertama, saat puncak gerhana terjadi, posisi pusat piringan bulan dekat dengan pusat umbra bumi.
Gerhana Bulan Total dari Jepretan Lensa yang Menakjubkan
Momen munculnya gerhana bulan total diiringi dengan sebuah pesawat terbang yang tertangkap lensa kamera. [Getty Images]

Kemudian yang kedua, gerhana bulan total terjadi saat bulan di sekitar titik terjauh dari bumi yang disebut titik apoge. Berdasarkan perhitungan, bulan mencapai titik apoge pada 27 Juli 2018 pukul 12:44 WIB sejauh 406.223 km. Empat belas jam kemudian, tepatnya ketika puncak gerhana terjadi, jarak Bumi Bulan menjadi lebih dekat 270 km daripada saat di apoge tersebut.

Penyebab yang terakhir, pada bulan Juli, sedang berada di sekitar titik terjauhnya dari Matahari, (aphelion), yaitu yang terjadi pada 6 Juli 2018 pukul 23.47 WIB dengan jarak 152 juta km. Pada saat puncak gerhana terjadi, jarak bumi-matahari lebih dekat 184 ribu kilometer dari saat di aphelion. Hal ini yang membuat durasi gerhana bulan total lebih lama.

Gerhana Bulan Total dari Jepretan Lensa yang Menakjubkan
Munculnya 'Blood Moon' dalam rangkaian fase gerhana bulan total. [Getty Images]

Salah seorang warga Pekanbaru mengatakan, Irwan walaupun tidak bisa melihat dengan alat canggih seperti teropong, ia mengaku menyaksikan sedikit peritiwa langka ini bersama rekannya dini hari tadi. "Sungguh Allah Maha besar, luar biasa kekuasaanNya, kita dibikin takjub," pungkasnya.

Editor: Jandri | Diolah dari berbagai sumber





 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat