Operasi Katarak Gratis Warnai Rangkaian Kegiatan Ritual Bakar Tongkang
Minggu, 01 Juli 2018 - 18:00:58 WIB
SULUHRIAU, Bagansiapi-api- Operasi katarak secara gratis, mewarnai rangkaian tradisi Bakar Tongkang tahun ini.
Kegiatan ritual yang dilaksanakan setiap tahunnya di Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) itu, pada tahun ini agak sedikit berbeda, pasalnya tahun ini iven wisata nasional ini diisi dengan berbagai kegiatan.
Operasi katarak itu sendiri dipusatkan di di RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi.
Presiden Lion Club Bintang Mulia Bagan Batu yang juga Koordinator pelaksana kegiatan, Ir Siswaja Muljadi, menyampaikan saat sambutan pada acara pembukaan operasi katarak gratis di halaman RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi, Minggu (1/7/2018) mengatakan, bhakti sosial operasi katarak gratis dalam rangka iven bakar Tongkang tahun ini akan dilaksanakan selama tiga hari terhitung dari tanggal 1-3 Juli 2018 yang diikuti sekitar 220 pasien berasal dari berbagai daerah Kecamatan di Rohil.
Awalnya kita hanya menargetkan 200 pasien untuk dioperasi, namun karena tingginya antusias masyarakat saat penjaringan menjadi 220 pasien," kata pria yang akrab disapa Aseng tersebut.
Anggota DPRD Propinsi Riau ini menjelaskan bahwa setelah dilakukan penjaringan di beberapa Puskesmas, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang datang untuk mendaftar sebagai peserta dengan alasan baru mendapatkan informasi dan sebagainya.
"Kita akan tetap prioritaskan orang-orang yang mempunyai komitmen untuk mengikuti kegiatan kita, namun jika masih memungkinkan akan tetap kita layani," jelasnya.
Sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kegiatan bakti sosial seperti sunat massal gratis, pengobatan gratis serta pembagian sembako. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lion Club Bintang Mulia Bagan Batu, Lion Club Medan Fortune, PPMLI bekerjasama dengan Pemkab Rohil, Kejari Rohil, RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi serta beberapa Puskesmas di Rohil.
Aseng mengharapkan dengan adanya kegiatan bhakti sosial dalam rangka iven nasional bakar tongkang ini semua komponen dapat merasakan kehadiran bakar tongkang. Sehingga mereka yang tidak mengikuti ritual bakar tongkang karena lain agama atau etnis dapat merasakan.
"Yang terpenting bagi mereka yang mengikuti operasi katarak ini untuk dapat saling menjaga matanya selama satu bulan, ikuti aturan yang sudah disampaikan dokter seperti tidak boleh angkat barang, kerja berat, kena debu atau asap, kena air, menunduk serta berhubungan suami istri," harapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Pratomo dr Tribuana Tungga Dewi saat dikonfirmasi terkait kegiatan bakti sosial tersebut mengatakan bahwa pihak rumah sakit hanya memfasilitasi kegiatan dan pada prinsipnya pihak rumah sakit mendukung kegiatan sosial ini untuk kepentingan masyarakat.
"Pihak rumah sakit hanya menfasilitasi, untuk biayanya secara keseluruhan ditanggung pihak panitia. Pada prinsipnya pihak RSUD mendukung, karena ini kepentingan umat. Kita harap kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar, "pungkasnya. [nto, jan]
Komentar Anda :