Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Pemuda Muhammadiyah Minta Kemenag Anulir Daftar 200 Mubaligh
Minggu, 20 Mei 2018 - 12:00:59 WIB

SULUHRIAU- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai keputusan Kementerian Agama (Kemenag) keliru dalam menerbitkan daftar 200 penceramah (mubaligh) yang direkomendasikan.

Ia menyarankan agar Kemenag segera menganulir kebijakan tersebut.

"Saran saya ke Kementerian Agama tidak perlu ragu, tidak perlu juga malu-dengan keputusan yang saya anggap keliru itu, anulir saja keputusan itu, list itu, dan tidak perlu ditambah daftarnya karena tidak baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita dan kehidupan keumatan kita," kata Dahnil dilansir  detikcom, Ahad (20/5/2018).

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memunculkan rasa ketidakpercayaan umat kepada pemerintah.

"Saya harap Kemenag perlu ditinjau daftar list ini dan tidak perlu dibuat lagi daftar baru untuk mengakomodasi yang lain. Karena, semakin banyak nama-nama di list itu akan semakin banyak muncul prasangka dan tuduhan kepada mereka yang masuk dalam list itu dan tuduhan kepada pemerintah," ulasnya.

Menurut Dahnil, keputusan itu berpotensi menimbulkan perpecahan antarmubaligh dan juga rasa ketidakpercayaan umat terhadap mubaligh. Hal ini tidak baik untuk umat.

"Kemudian memunculkan sakwasangka, kemudian memunculkan fitnah dan macam-macam dan cenderung mengakibatkan pecah-belah di antara mubaligh itu sendiri dan di antara umat. Di sisi lain muncul kecurigaan dari umat, para mubaligh, kepada negara dan itu tidak elok dan tidak baik untuk kehidupan berbangsa dan negara," paparnya.

Dahnil memahami keputusan tersebut dibuat karena kekhawatiran pemerintah terkait adanya isu ulama atau mubaligh yang kurang Pancasilais. Kalaupun ada kekhawatiran itu, menurutnya pemerintah tidak perlu mengeluarkan daftar penceramah yang direkomendasikan.

"Kalau pun seperti itu, ada baiknya diundang mubaligh-mubaligh itu dialog, jangan monolog dengan membuat hal-hal seperti ini melalui list tersebut," katanya.

Membuka pintu dialog dengan para ulama yang dinilai kurang memiliki nasionalisme, merupakan salah satunya jalan untuk memecahkan masalah. Melalui dialog, para ulama bisa diajak untuk saling mengintegrasikan ilmu keislamanannya dengan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

"Dialog akan buka pintu mutual understanding. Kita bersepakat kehidupan kebangsaan Indonesia dirawat melalui lisan-lisan para mubaligh yang terus mengintegrasikan nilai Pancasila atau nilai ke-Indonesia-an dengan nilai keislaman, integrasi itu menghasilkan produk sebagai Pancasila dan tentu itu nilai dasar kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara," terangnya.

Menurutnya, banyak ulama yang tergabung dalam organisasi Islam yang memiliki komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, jika pemerintah tetap pada kekhawatiran itu, penerbitan daftar penceramah yang direkomendasikan dinilainya bukan solusi yang baik.

"Kalau ada kekhawatiran dari pemerintah silakan diajak dialog berbagai pibak tersebut, jangan mmebuat kebijakan kontraproduktif yang justru berdampak terhadap perpecahan umat itu sendiri dan muncul fitnah sehingga tidak baik untuk kehidupan bernegara kita," tuturnya.

Dahnil sendiri masuk dalam daftar tersebut. Ia pun meminta Kemenag untuk mencabut namanya dari daftar 200 penceramah yang tidak direkomendasikan. "Kalau Kemenag bersikukuh harus tetap ada daftar itu, saya harap nama saya dianulir karena saya menolak dengan banyak hal, karena saya tidak layak sama sekali," katanya.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat