Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Video Ceramah tentang Bom Bunuh Diri
Kamis, 17 Mei 2018 - 10:58:06 WIB

SULUHRIAU- Tak lama setelah bom di tiga gereja di Surabaya meletus, potongan video ceramah Ustadz Abdul Somad mengenai bom bunuh diri viral di media sosial.

Abdul Somad menyatakan video itu dipotong sehingga kehilangan konteksnya. Dia pun memberikan klarifikasi.

Dalam potongan video berdurasi kurang dari dua menit itu, Abdul Somad menjelaskan mengenai bom bunuh diri di Palestina yang disebutnya bukan perilaku bunuh diri, melainkan mati syahid. Potongan video ini begitu viral dan mendapatkan tanggapan yang beragam, termasuk yang menyudutkan Abdul Somad.

Abdul Somad kemudian memberikan klarifikasi. Klarifikasi Abdul Somad itu disampaikan di sela-sela ceramah. Video itu klarifikasi itu diunggah oleh FSRMM TV pada 14 Mei 2018.

"Dua hari ini video mengenai saya menjawab pertanyaan di Annur lebih kurang dua tiga tahun yang lalu, diviralkan lagi. Tapi video itu dipotong. Saya masih ingat, lokasi kajian subuh itu ada di Annur kajian subuh Sabtu. Waktu itu ada pertanyaan, 'apa pendapat ustad tentang bom bunuh diri di Palestina'," ujar Abdul Somad mengawali penjelasannya.

Abdul Somad kemudian menjawab bahwa apa yang terjadi di Palestina tersebut bukan termasuk orang meninggal dalam keadaan bunuh diri.

"Karena saudara kita di Palestina itu bukan bunuh diri tapi mati syahid. Lalu video itu dipotong dan beberapa saat yang lalu, saat ada bom di Kampung Melayu, video itu viral lagi. Saat ada bom di Surabaya viral lagi. Lalu ada nanti kompor orang meletup, nanti viral lagi," tutur Abdul Somad.

Somad menggarisbawahi, ada perbedaan antara kondisi di Palestina dengan belahan dunia lainnya. Penjelasannya ini, kata Somad, dihilangkan dari potongan video yang viral tersebut.

"Perlu diluruskan beda dengan Palestina dengan luar Palestina. Karena nabi membedakan antara non muslim yang di Makkah dengan yang di Madinah... di Madinah nabi hidup bersama. Apa bedanya? yang di Madinah ini damai. Di Makkah ini perang. Kapan menjadi damai dan menjadi perang. Itu tak bisa dipukul rata," tutur Abdul Somad.

Somad mengatakan kondisi perang sebagaimana saat di Makkah itu kini ada di Palestina, yang tanahnya dicaplok oleh Israel. Sedangkan di luar Palestina, kondisinya berbeda.

"Buka surat Al Mumtahanah ayat 8. Kalau mereka yang nonmuslim itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu, maka berbuat baiklah kepada mereka. Bersikap adil. Coba lihat indahnya bahasa Alquran," tutur Abdul Somad.

"Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? Karena orang israel melanggar dua itu, orang israel memerangi dan mengusir bangsa Palestina. Jadi jangan digeneralisir. Jangan dipotong. Malam ini kita klarifikasi," sambungnya.

Mengenai 'orang yang melakukan bom bunuh diri di Palestina mati syahid', Abdul Somad memberikan penjelasan yang merujuk pada saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat diserang.

"Nah bagaimana hukumnya bahwa orang Palestina meledakkan diri di kerumuman tentara Israel itu kenapa disebut mati syahid. Buka Shahih muslim. Ketika nabi sedang bersama sahabat pada perang uhud. Di bukit uhud waktu itu nabi terkepung Quraisy yang menyerang dari Mekah. Kemudian nabi berkata 'siapapun yang bisa mengusir orang Quraisy ini, maka dia akan bersama aku di surga'. Masuklah satu persatu pasukan nabi ini ke kerumunan orang musyrik itu. Padahal mereka tahu begitu masuk pasti mati, 90 persen pasti mati karena jumlah pasukan Quraisy banyak sekali. Dan dia berhasil membunuh banyak pasukan Quraisy meski pada akhirnya meninggal juga," kata Abdul Somad.

Di akhir video klarifikasi ini, Abdul Solad meminta sahabat dakwah untuk membagikan video klarifikasi ini sebagai counter dari potongan video awal yang dipotong.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat