Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Video Ceramah tentang Bom Bunuh Diri
Kamis, 17 Mei 2018 - 10:58:06 WIB

SULUHRIAU- Tak lama setelah bom di tiga gereja di Surabaya meletus, potongan video ceramah Ustadz Abdul Somad mengenai bom bunuh diri viral di media sosial.

Abdul Somad menyatakan video itu dipotong sehingga kehilangan konteksnya. Dia pun memberikan klarifikasi.

Dalam potongan video berdurasi kurang dari dua menit itu, Abdul Somad menjelaskan mengenai bom bunuh diri di Palestina yang disebutnya bukan perilaku bunuh diri, melainkan mati syahid. Potongan video ini begitu viral dan mendapatkan tanggapan yang beragam, termasuk yang menyudutkan Abdul Somad.

Abdul Somad kemudian memberikan klarifikasi. Klarifikasi Abdul Somad itu disampaikan di sela-sela ceramah. Video itu klarifikasi itu diunggah oleh FSRMM TV pada 14 Mei 2018.

"Dua hari ini video mengenai saya menjawab pertanyaan di Annur lebih kurang dua tiga tahun yang lalu, diviralkan lagi. Tapi video itu dipotong. Saya masih ingat, lokasi kajian subuh itu ada di Annur kajian subuh Sabtu. Waktu itu ada pertanyaan, 'apa pendapat ustad tentang bom bunuh diri di Palestina'," ujar Abdul Somad mengawali penjelasannya.

Abdul Somad kemudian menjawab bahwa apa yang terjadi di Palestina tersebut bukan termasuk orang meninggal dalam keadaan bunuh diri.

"Karena saudara kita di Palestina itu bukan bunuh diri tapi mati syahid. Lalu video itu dipotong dan beberapa saat yang lalu, saat ada bom di Kampung Melayu, video itu viral lagi. Saat ada bom di Surabaya viral lagi. Lalu ada nanti kompor orang meletup, nanti viral lagi," tutur Abdul Somad.

Somad menggarisbawahi, ada perbedaan antara kondisi di Palestina dengan belahan dunia lainnya. Penjelasannya ini, kata Somad, dihilangkan dari potongan video yang viral tersebut.

"Perlu diluruskan beda dengan Palestina dengan luar Palestina. Karena nabi membedakan antara non muslim yang di Makkah dengan yang di Madinah... di Madinah nabi hidup bersama. Apa bedanya? yang di Madinah ini damai. Di Makkah ini perang. Kapan menjadi damai dan menjadi perang. Itu tak bisa dipukul rata," tutur Abdul Somad.

Somad mengatakan kondisi perang sebagaimana saat di Makkah itu kini ada di Palestina, yang tanahnya dicaplok oleh Israel. Sedangkan di luar Palestina, kondisinya berbeda.

"Buka surat Al Mumtahanah ayat 8. Kalau mereka yang nonmuslim itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu, maka berbuat baiklah kepada mereka. Bersikap adil. Coba lihat indahnya bahasa Alquran," tutur Abdul Somad.

"Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? Karena orang israel melanggar dua itu, orang israel memerangi dan mengusir bangsa Palestina. Jadi jangan digeneralisir. Jangan dipotong. Malam ini kita klarifikasi," sambungnya.

Mengenai 'orang yang melakukan bom bunuh diri di Palestina mati syahid', Abdul Somad memberikan penjelasan yang merujuk pada saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat diserang.

"Nah bagaimana hukumnya bahwa orang Palestina meledakkan diri di kerumuman tentara Israel itu kenapa disebut mati syahid. Buka Shahih muslim. Ketika nabi sedang bersama sahabat pada perang uhud. Di bukit uhud waktu itu nabi terkepung Quraisy yang menyerang dari Mekah. Kemudian nabi berkata 'siapapun yang bisa mengusir orang Quraisy ini, maka dia akan bersama aku di surga'. Masuklah satu persatu pasukan nabi ini ke kerumunan orang musyrik itu. Padahal mereka tahu begitu masuk pasti mati, 90 persen pasti mati karena jumlah pasukan Quraisy banyak sekali. Dan dia berhasil membunuh banyak pasukan Quraisy meski pada akhirnya meninggal juga," kata Abdul Somad.

Di akhir video klarifikasi ini, Abdul Solad meminta sahabat dakwah untuk membagikan video klarifikasi ini sebagai counter dari potongan video awal yang dipotong.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat