Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Stafsus Jokowi Ancam Natalius Pigai Agar Tak Sebar Fitnah
Jumat, 27 April 2018 - 20:03:37 WIB
Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya.

SULUHRIAU- Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya menanggapi soal kritik yang kerap dilontarkan oleh mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Lenis yang juga kepala suku di Papua itu mengancam akan mencari Natalius Pigai jika tak berhenti menyampaikan kritik yang bernada fitnah.

Lenis mengatakan, dirinya selama ini selalu menahan untuk menanggapi kritik yang disampaikan Natalius Pigai. Kritikan Natalius dinilainya sebagi bentuk fitnah. Namun kini, dia mengaku sudah tak tahan lagi.

"Saya beberapa kali dapat catatan yang saya simpan, itu hampir setiap kalimat, kata itu selalu kritik Pak Jokowi terus. Hari ini baru saya mau bicara, khusus saudara Natalius Pigai selalu keluarkan kata-kata yang fitnah (terhadap) lambang negara yaitu Presiden RI," kata Lenis di kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).

Lenis mengatakan, dirinya saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi dan juga masih sebagai kepala suku di Papua. Dia juga dulunya menjabat sebagai Ketua Tim Relawan Nusantara di Papua. Untuk itu, kata Lenis, dirinya merasa bertanggungjawab untuk menyampaikan jawaban atas kritik yang disampaikan Natalius Pigai.

"Bahwa saya juga yang mendorong Pak Jokowi menjadi Presiden, saya bertanggung jawab untuk saya menyampaikan beberapa hal, kalimat-kalimat yang fitnah oleh (terhadap-red) Presiden yaitu (yang disampaikan-red) saudara Natalius Pigai," katanya.

Dia menegaskan, kritik yang disampaikan Natalius Pigai itu sarat dengan fitnah. Sementara, di Papua sendiri tidak ada budaya menyampaikan kritik yang bernuansa fitnah.

"Saya mau sampaikan bahwa tidak ada budaya di Papua untuk kekerasan dan kritik fitnah dari Presiden ke-1 sampai ke-6. Orang Papua tidak pernah mengkritik pejabat negara, siapapun baik menteri atau lingkungan pemerintahan. Malah karakter orang Papua itu ramah walau dibilang orang Papua suka perang dan sebagainya, tetapi keberagaman di Papua dan kebersamaan di Papua, dan keanekaragaman baik kristen dan nasrani, itu contoh Indonesia harus belajar dari Papua," jelasnya.

Lenis juga menegaskan, dirinya sebagai Kepala Suku Provinsi Papua menolak keras kritik Natalius Pigai yang dinilainya sebagai fitnah. Bahkan, Lenis menegaskan Natalius Pigai tidak berhak lagi menyampaikan kritik bernuansa fitnah.

"Kalau kritik (bermuatan fitnah) saya sebagai kepala suku Provisni Papua semuanya tolak. Dan dia tidak punya hak untuk mengkritik (fitnah-red) Presiden. Kalau dia mau belajar, mau sama dengan Presiden, lebih baik dia pulang di kampung. Pulang kampung di sana dia bangun kepintaran itu. Sama seperti saya, saya sekolah pulang dulu. Setelah master harus buat sesuatu. Bukan mengkritik, bukan menghina, bukan fitnah orang. Tapi ini saya lihat beda. Jadi Natalius harus pulang ke kampung, belajar mulai dari lapangan sana," tegasnya.

Sebagai kepala suku, Lenis pun meminta agar Natalius Pigai berhenti menyampaikan kritik bernuansa fitnah terhadap Jokowi. Jika tidak, Lenis mengancam akan mencari keberadaan Natalius Pigai.

"Jadi Natalius saya mau sampaikan, saya kepala suku Papua, stop bicara mulai dari detik ini. Saya sudah larang tidak boleh kritik (fitnah) Presiden. Saya sudah sangat marah. Kepala suku provinsi sudah sangat marah. Saya membawa Presiden Jokowi ke Papua satu tahun tiga kali. Bagaimana caranya saya rajuk sampai Jokowi bisa ke Papua satu tahun tiga kali," tegasnya.

"Jadi, saudara Natalius Pigai, fitnah selama ini saya amati terus. Tetapi terakhir ini sudah stop bicara. Kalau tidak mau dengar lagi saya cari dia. Saya Kepala Suku dan dia harus menghadap ke saya. Saya bicara tidak boleh lagi mengganggu Jokowi. Jokowi tahun depan dua periode titik. Tidak ada lain-lain. Dua periode titik," tambahnya.

Sebelumnya Natalius Pigai menyampaikan, banyak janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum direalisasikan hingga tahun keempat ini. Misalnya di Papua, dari 39 janji presiden hanya dua janji yang terealisasi.

"Di tingkat nasional itu yang kami hitung itu kurang lebih 66 janji Presiden yang secara langsung dan yang tidak tercatat itu sudah lebih dari mungkin ratusan lebih dari itu. Papua saja, ini saya pakar Papua, 39 janji. Di Papua, 2 yang direalisasi. Yaitu jalan Wamena-Wamena-Duga, ruas jalan baru. kemudian sebuah pasar kecil pasar mamak mamak. Cuma dua itu," ujar Pigai, di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (20/4).

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat