Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Permintaan PA 212: Jokowi Hentikan Kriminalisasi Ulama
Rabu, 25 April 2018 - 21:33:41 WIB

SULUHRIAU- Kriminalisasi ulama jadi bahasan utama saat Persaudaraan Alumni (PA) 212 bertemu Presiden Joko Widodo.

PA 212 meminta Jokowi turun tangan menghentikan upaya kriminalisasi tersebut.
"Pertemuan kami tidak ada pembicaraan dukung-mendukung dan lain sebagainya. Pertemuan kami hanya khusus membicarakan masalah ketidakadilan, kriminalisasi yang dialami para ulama, habaib, dan tokoh-tokoh umat Islam," kata Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak dalam jumpa pers PA 212 di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Persoalan kriminalisasi ulama ini, menurut Yusuf Martak, sudah disampaikan ke Jokowi saat bertemu dengan ulama beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan itu, menurut Yusuf, Jokowi menginstruksikan Menko Polhukam menindaklanjuti permasalahan terkait dugaan kriminalisasi ulama.

"Namun setelah berjalannya waktu 9 bulan, tidak ada kasus-kasus menimpa ulama bisa diselesaikan dengan baik. Sedangkan laporan-laporan penistaan terhadap para ulama para habaib, bahkan kitab suci umat Islam, tidak satu pun mendapat proses akurat, bahkan cenderung diolor-olor," sambungnya.

Dia membandingkan tindak lanjut atas laporan terhadap terduga penista agama yang menurutnya tidak serius ditangani. Persoalan-persoalan inilah yang disampaikan langsung kepada Jokowi dalam pertemuan Minggu (22/4) lalu di Istana Bogor.

"Jadi kita para Tim 11 tidak pernah berpikir untuk bicara calon-mencalonkan dan tidak ada keterkaitan dengan pileg dan pilpres maupun pilkada. Jadi kita fokus masalah kriminalisasi," tegasnya.

Pentingnya pembahasan soal kriminalisasi ulama ini lebih dulu disampaikan ke Jokowi saat merancang pertemuan. Topik ini disampaikan Ketum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, yang mengaku diberi amanat Tim 11 berkomunikasi dengan pihak Istana.

Usamah Hisyam menyampaikan pentingnya topik bahasan kriminalisasi ulama saat lebih dulu bertemu empat mata dengan Jokowi di Istana.

"Presiden menanyakan Pak Usamah rencana pertemuan Tim 11 apa kontennya. Saya bilang tunggal Pak Presiden, pertama selain silaturahmi, kedua bagaimana agar kriminalisasi ulama dihentikan. Saya menyampaikan pertemuan ini penting agar miskomunikasi presiden dan ulama bisa cair, penting untuk upaya menghentikan kriminalisasi karena penanggung jawab negara tertinggi Presiden RI," tutur dia.

Jokowi dalam pertemuan meminta pendapat dari Tim 11 terkait dengan upaya kriminalisasi para ulama yang dikhawatirkan.

"Bahkan kita tanya presiden tentang proses tidak ada dasar, tidak ada unsur hukum, tapi dipaksakan. Presiden meminta pendapat dari kami, apa yang harus saya lakukan, apa yang bisa saya sampaikan kepada aparat dan saya selama ini memang benar mendapat informasi hanya sepihak tidak mendapat informasi dari kedua pihak," ujar Martak menjelaskan percakapan Jokowi-Tim 11.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat