Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Dihujat di Mesdos, Sam Aliano: Itu Massa Jokowi dan Prabowo
Sabtu, 21 April 2018 - 10:10:20 WIB

SULUHRIAU- Warga naturalisasi asal Turki Sam Aliano mencalonkan diri menjadi calon presiden 2019.

Bahkan baliho-baliho yang besar terpampang wajahnya sudah terpasang di beberapa ruas jalan di Jakarta. Terkait pencalonannya tersebut, berbagai macam reaksi bermunculan dari warganet.

Hal ini dilakukan warganet saat mengomentari salah satu tayangan video wawancara Sam Aliano tanggal 18 April 2018 lalu di salah satu stasiun TV swasta nasional yang diunggah ke media sosial (medsos) Youtube.


Video yang juga diunggah tersebut telah ditonton hingga 354.808 warganet. Hanya selama dua hari usai diunggah di Youtube, ada 40 persen warganet yang suka (like). Selebihnya, 60 persen tidak suka (dislike). Berbagai macam komentar pun membanjiri video tersebut, mulai dari mendukung maupun mencibirnya.

Menanggapi hal tersebut, Sam menyebut angka 60 persen yang tidak menyukai videonya adalah pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Angka 60 persen dislike itu pasti massa (pendukung) Jokowi dan Prabowo. Artinya, masing-masing sebesar 30 persen," kata Sam kepada wartawan, Sabtu 21 April 2018.

Dalam wawancara di video tersebut, Sam mengatakan, baik kubu Jokowi atau Prabowo khawatir jika ada bakal Capres baru yang ikut Pilpres. Pasalnya, kata Sam, kedua figur tersebut bertanggungjawab atas ketidakharmonisan bangsa paska Pilpres 2014.

Menurut Sam, hasil tersebut jauh lebih jujur dari hasil lembaga survei yang kerap berupa "angka pesanan." Sebaliknya, justru dapat dijadikan acuan bagi lembaga survei untuk melakukan survei.

Capaian ini pun membuatnya percaya diri lantaran hanya gabungan antara Jokowi dan Prabowo lah yang dapat mengalahkannya jika Pemilu diadakan dalam waktu dekat ini.

Sebaliknya, jika kedua figur itu tidak bergabung sebagai pasangan capres-cawapres, maka akan sangat mudah dijungkalkan oleh Sam.

Baliho capres mirip bule di Jakarta Selatan.


Berdasarkan hasil pandangan warganet tersebut, Sam mengirimkan sinyal kepada Jokowi dan Prabowo agar tidak menggangap remeh rencananya ikut Pilpres. Artinya, kedua figur yang berpotensi "rematch" di Pilpres 2019 itu perlu mewaspadai Sam.

"Ini tanda bahwa Jokowi dan Prabowo sangat mudah dikalahkan oleh Sam Aliano," katanya penuh percaya diri.

Berikut tanggapan warganet terkait video wawancara kesiapan Sam ikut Pilpres:

""Ganti presiden 2019," kata Ferdinan Ahli Akbar

"lumayan buat hiburan,,,biar gak spaneng???????????? ," kata Balista Tok

"masak PRESIDEN IMPORT kayak beras aja ...!!!!!! ," ujar rois love

"#2019 Ganti Presiden...PASTI..!! ," kata Suhardi Samsung

"Jokowi bisa Kalah dengan Sholat Tahajjud dan Sholat lail, niatkan Jokowi Kalah...insyaAllah Pakde Jokowi kalah...amin," kata Alif Fawwaz

"Pak Sam jualan agama buat nyapres. Mau kasih umroh gratis kepada 200 juta penduduk. Gak nalar. Buang2 uang Pak.. mending uangnya buat saya.. ???? ," ucap Iskandar Zulkarnain

"orang kalo mau cari sensasi biar terkenal gampang banget ya sekarang, modal bullshit kaya gitu, paling ujung2nya setelah terkenal di jualan produk dia entah itu restoran makanan turki ," kata Al Ahmad.

Sumber: Viva.co.id | Editor : Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat