Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Pengamat: Nama-Nama Cawapres Prabowo Belum Ada yang Kuat
Minggu, 15 April 2018 - 20:57:37 WIB

SULUHRIAU- Nama-nama yang beredar dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto masih belum memiliki kekuatan untuk menaikan elektabilitas ketua umum Gerindra tersebut.

Nama-nama tersebut harus menyosialisasikan diri lebih gencar sebelum pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden pada Agustus mendatang.

"Nama-nama itu peluangnya masih sama belum ada yang lebih tinggi dari yang lain, belum ada yang punya potensi lebih tinggi untuk meningkatkan elektabilitas Pak Prabowo. Saya kira nama-nama itu harus disosialisasikan lebih sistematik kepada publik," kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan seperti dilansir Republika, Ahad (15/4/2018).


Nama-nama yang dimaksud Djayadi, yakni kader-kader yang ditawarkan oleh PKS, atau tokoh dari PAN karena elite partainya hadir dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) Gerindra beberapa hari lalu. Selain itu, nama lain seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

PKS mengajukan sembilan nama kader PKS yang akan diusung menjadi pendamping Prabowo pada Pemilu 2019. Mereka, yaitu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, mantan menkominfo Tifatul Sembiring, Muzammil Yusuf dan Mardani Ali Sera.

Menurut Djayadi, Prabowo harus berhati-hati dan kalkulatif dalam memilih cawapres. Dia berpendapat calon wakil presiden sebaiknya memiliki kemampuan mendongkrak elektabilitas Prabowo.

Ia menilai, Prabowo penting mempertimbangan elektoral cawapresnya, di samping pertimbangan terkait kompetensi dan integritas. "Kapasitas elektoral itu penting,” kata dia.

Karena itu sebelum pendaftaran capres dan cawapres pada awal Agustus, nama-nama yang telah diangkat tersebut sebaiknya mempromosikan diri mereka dengan baik. Dia menyarankan agar nama-nama tersebut memanfaatkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 untuk gencar menyosialisasikan diri.

Dia menyebutkan Pilkada serentak tahun ini digelar di 17 provinsi yang mencakup 160 juta pemilih.  “Jadi kalau di pilkada juga bersosialisasi dengan berbagai cara, maka itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk mensosialisasikan diri. Pak Prabowo dan timnya bisa melihat tuh yang mana yang paling potensial," kata Djayadi menjelaskan.

Jika gagal meningkatkan elektabilitas, Djayadi menambahkan, bukan tidak mungkin Prabowo justru mendekati tokoh lain yang sudah menyosialisasikan diri seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Cak Imin itu masih mungkin juga dilirik Prabowo kan, karena Jokowi banyak sekali yang ingin menjadi cawapresnya Jokowi," lanjut Djayadi.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat