17 Bulan, Realisasi Pembangunan Sukaramai Trade Centre 50 Persen
Minggu, 15 April 2018 - 20:21:13 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Sejak renovasi Pasar Sukaramai (kini dinamakan Sukaramai Trade Centre) selama 17 bulan berjalan, realisasi pembangunannya 50 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) Suryanto kepada suluhriau.com, akhir pekan.
Menurutnya, pembangunan Pasar Sukaramai, berjalan sesuai progres, terutama renovasi pada struktur bangunan.
Menurutnya, pasar ini sesuai dengan kebutuhan zamannya. Sebab itu, adendum perjanjian antara Pemko Pekanbaru dan MPP menyepakati beberapa hal renovasi tersebut, seperti akan dibuatkan fasilitas full AC, eskalator diperbanyak, lay out diperbagus dan lainnya.
"Jadi kalau ada protes dari pedagang ada bayaran ini dan itu, ya ini konsekuensi pembangunan, terutama fasilitas ditambah. Mestinya, pedagang juga menyadari, karena toko mereka akan lebih bagus dari sebelumnya," kata Suryanto.
Dikatakan, investasi pembangunan oleh pihak MPP buka murah, mencapai sekitar Rp380 miliar, secara bisnis tentu investor bicara soal pengembalian investasi. "Jadi dalam pembangunan ini sebenarnya ada hak dan kewajiban antara pengelola (MPP-red) dengan pedagang," katanya.
Ingat, perjanjian BOT ini akan berakhir 2026, jika dihitung dari sekarang, maka tinggal lagi sekitar tujuh tahun. Pembangunan dilaksanakan ini ditargetkan selama 2,5 tahun atau 30 bulan dan kini sudah berjalan 17 bulan.
"Dari mana uang investasi kembali jika tidak ada formulasi-formulasi dibuat dengan pihak ketiga, kalau begitu bagaimana kalau pedagang diminta mengembalikan TPSnya. Intinya setelah renovasi selesai mereka tidak bisa lagi berdagang di toko yang kita bangun itu, karena dengan kebakaran dulu itu, bukan hanya pedagang yang dirugikan, tetapi juga pengelola," paparnya Suryanto menjawab aksi pihak pedagang yang sempat menggugat MPP ke pihak pengadilan.
Namun Suryanto mengatakan, sebagai pengelola tetap akan menjalankan item-item perjanjian yang ada pembangunan pasar Sukaramai ini. Jika ada pihak pedagang keberatan itu hak mereka, namun juga lebih banyak pedagang tidak bereaksi, dan sebagai pengelola tidak ikut memihak pada kelompok pedagang A atau B. "Kita netral saja, kita ingin membangun pasar Sukaramai ini lebih baik," pungkasnya. [chr]
Komentar Anda :