Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Jelang Pileg 2019
Pilih Mahfud, Jokowi Bisa Ikuti Jejak SBY
Minggu, 08 April 2018 - 17:06:59 WIB

SULUHRIAU- Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang bukan anggota partai politik dapat menjadi jalan tengah bagi Joko Widodo (Jokowi) dalam memilih calon wakil presiden (cawapres).

Dengan memilih cawapres yang bukan berlatar belakang partai politik, Jokowi bisa mengiktu jejak Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilhan Presiden (Pilpres) 2019.

“Mahfud MD bisa menjadi jalan tengah,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, Ahad (8/4).

Mahfud memang pernah bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, dia tidak lagi terikat dengan partai.

Opsi menggandeng Mahfud yang tidak lagi terikat dengan parpol pernah dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika memilih Boediono pada Pilpres 2009. Kala itu, SBY mendapatkan banyak dukungan dari partai politik.

Qodari mengatakan SBY saat itu akhirnya memilih cawapres yang tidak berlatar belakang partai politik, yakni Boediono. “Hal itu agar tidak terjadi komplikasi di dalam partai-partai pengusungnya,” kata Qodari.

Saat itu, Qodari mengatakan, SBY memerlukan tokoh dengan latar belakang yang kuat di bidang ekonomi. Di samping, saat itu tidak ada isu dikotomi santri dan non-santri seperti sekarang.

Kondisi tersebut mirip dengan yang dialami oleh Jokowi sekarang ini. Dia berpendapat sekarang ini Jokowi sedang menghadapi dilema karena banyaknya partai yang mengusung.

Dia menerangkan jika Jokowi mengambil wakil dari satu partai tertentu maka berpotensi menimbulkan penolakan. Yang lebih buruk, dia mengatakan, penolakan itu dapat menimbulkan risiko bubarnya koalisi.

Qodari mengatakan sosok Mahfud MD yang bukan berasal dari partai politik juga membuatnya lebih bisa diterima di kalangan partai politik pengusung dan pendukung Jokowi. Ia berpendapat pencalonannya tidak akan menimbulkan rasa cemburu karena tokoh atau pemimpinnya tidak terpilih sebagai wakil dari partai.

Qodari juga menilai, parpol pendukung Jokowi seperti PKB dan PPP kemungkinan bisa mendukung pencalonan Mahfud sebagai cawapres Jokowi. Hal itu karena mereka merasa Mahfud MD adalah representasi dari NU.

"Itu yang membuat kenapa Mahfud MD bisa menjadi jalan tengah. Karena Cak Imin mungkin PPP nya tidak mau, sebaliknya jika menggandeng PPP, bisa jadi PKB tidak mau. Itu komplikasi politik yang bisa timbul pada 2019," lanjutnya.

Bahkan, sebelum PSI, Qodari mengatakan PPP sudah lebih dulu menyebut Mahfud MD. Menurutnya, PPP kemungkinan akan menyambut dan mendukung Mahfud MD.

Sementara PDIP, ia menilai partai dengan simbol banteng itu seharusnya bisa mendukung pencalonan Mahfud MD sebagai cawapres dari Jokowi. Hal itu karena Mahfud MD bukan figur yang bermusuhan dengan PDIP.

Dengan latar belakang yang ia miliki, Qodari menilai Mahfud MD seharusnya bisa diterima oleh PDIP. Kendati demikian, siapapun yang akan menjadi wakil Jokowi, dia mengatakan, perlu pembicaraan di antara partai-partai koalisi.

Nama Mahfud masuk dalam bursa cawapres Jokowi. Namanya semakin santer disebut tepat mendampingi Jokowi setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong Mahfud untuk ikut berkontestasi.

Pada Kamis (5/4), Dewan Pengurus Pusat (DPP) PSI mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di kantornya di Jakarta. "PSI hanya sebatas aspirasi politik dan proses seleksi politik juga, walaupun seleksi terbatas karena belum bisa mencalonkan,” kata Qodari.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat