Diminta Warga tak Resah,
Bupati: Hasil Tes Labor Permen "Yupi" Diduga Ngandung Narkoba Negatif
Rabu, 04 April 2018 - 20:41:57 WIB
SULUHRIAU, Meranti- Bupati Kepulauan Meranti cIrwan M.Si, menegaskan, hasil tes labor premen "Yupi" yang diisukan mengandung narkoba negatif.
Hal itu diketahui kata Bupati dari hasil pertemuannya dengan pihak Balai Besar Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, pada Rabu pagi (4/3/2018).
"Baru saja saya melakukan pertemuan dengan pihak BPOM Pekanbaru, terkait ditemukannya permen "Yupi" yang diduga mengandung Narkoba, hal ini perlu diklarifikasi sebab dari laporan BPOM yang didasari hasil tes labor terhadap sampel permen yang diduga Narkoba itu menyatakan hasilnya negatif," jelas Bupati Meranti.
Dengan demikian, Bupati meminta warga jangan resah, karena kenyataannya tidak seperti isu yang sempat meledak lewat pemberitaan.
Untuk itu ia menghimbau kepada Dinas terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar keresahan ditengah masyarakat akibat pemberitaan yang tidak valid itu tidak terus berlanjut.
Bupati juga mengharapkan masyarakat jangan khawatir dan resah terhadap isu permen "Yupi" yang diduga mengandung Narkoba itu, karena kenyataannya tidak seperti yang beredar di media sosial dan lainnya.
"Saya harap PNS dan pihak terkait dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa isu telah ditemukannya permen bernarkoba di Kepulauan Meranti, kenyataanya tidak seperti berita yang beredar di media sosial," tambahnya.
"Kita tidka ingin isu ini dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan negatif, mari kita sama sama menjaga keamanan dan kenyamanan dilingkungan kita," paparnya.
Seperti diberitakan dibeberapa media masa, isu ini bermula dari hasil tes Urine terhadap bocah berinisial CS berusia 3 tahun oleh RSUD Kabupaten Meranti, yang positif mengandung Amfetamin. Hal itu diketahui setelah anak dari Rika Novitri itu mengkonsumsi permen "Yupi" saat bermain ditempat kerabatnya.
Seperti diceritakan Rika Novitri, dugaan sang bocah terkena efek Narkoba semakin kuat setelah ia mendapati perubahan prilaku anaknya yang tidak bisa tidur, ngelantur seperti berhalusinasi. Akhirnya iapun melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian Polres Meranti.
Menerima laporan tersebut, pihak Mapolres Meranti langsung mengambil tindakan cepat dengan membawa sang bocah ke RSUD Meranti untuk dilakukan tes Urine yang hasilnya menyatakan Urinenya positif mengandung Amfetamin.
Dari pengakuan Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek kepada media ketika itu, pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap keluarga dan lingkungan sekitar korban termasuk distributor pemasok permen merk Yupi itu.
Selain itu juga membawa sampel permen "Yupi" yang diduga bernarkoba ke BPOM Pekanbaru untuk dilakukan tes labor yang saat ini diketahui sama sekali tidak mengandung narkoba atau negatif. [raf]
Komentar Anda :