Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Jatuhnya Stasiun Luar Angkasa China Makin Dekat, Indonesia Perlu Waspada?
Sabtu, 31 Maret 2018 - 14:08:05 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Serpihan dari stasiun luar angkasa milik China, Tiangong-1, sudah semakin dekat dengan atmosfer bumi.

Otoritas China kini sedang berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna melakukan antisipasi terkait jatuhnya Tiangong-1.

Menurut perkiraan, serpihan dari Tiangong-1 akan memasuki atmosfer bumi pada akhir pekan ini. Akan tetapi, tidak ada yang mengetahui di mana serpihan itu akan jatuh. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang menuturkan, pemerintah secara kontinyu memberi informasi kepada PBB.

“Kami secara kontinyu memberikan informasi terbaru kepada badan antariksa PBB. China akan bertanggung jawab dan bertindak dengan transparan,” ujar Lu Kang, melansir dari News.Com.Au, Sabtu (31/3/2018).

“Jika diperlukan, kami akan langsung menghubungi negara-negara yang relevan. Menurut informasi terakhir yang saya dengar, kemungkinan fragmen jatuh dalam jumlah besar ke daratan sangat kecil,” imbuh Lu Kang.

Stasiun luar angkasa tanpa awak berukuran panjang 10,4 meter (m) itu pertama kali mengorbit pada 2011. Tiangong-1 diluncurkan dengan misi utama sebagai stasiun luar angkasa permanen yang mengorbit bumi pada 2023. Tugasnya sendiri berakhir pada 16 Maret 2016 dan ilmuwan beberapa waktu lalu memastikan jatuhnya Tiangong-1 kemungkinan besar ke lautan.

Pakar luar angkasa China, Pang Zhihao menuturkan, sesuai tradisi yang berlaku secara internasional, biasanya bekas benda luar angkasa yang berada di orbit dekat bumi dibiarkan jatuh hingga dasar lautan di Samudera Pasifik yang jauh dari daratan.

Rentang orbit stasiun luar angkasa itu berada pada kisaran 43 derajat lintang utara hingga 43 derajat lintang selatan. Itu berarti orbitnya membentang luas di kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, China, Timur Tengah, Afrika, Australia, sebagian Eropa, Samudera Pasifik, dan Samudera Pasifik.

Sementara itu,, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan, jatuhnya Tiangong-1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi, ia meminta agar media dan pengamat tidak berandai-andai yang justru dapat meresahkan masyarakat.

Thomas Djamaluddin menuturkan, jatuhnya pesawat atau stasiun luar angkasa telah beberapa kali terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Kalau pun nanti di wilayah Indonesia, ia memperkirakan jatuhnya Tiangong-1 di kawasan tidak berpenghuni karena wilayah pemukiman Indonesia jauh lebih kecil daripada luas lautan, hutan, dan gurun.

Sumber: okezone.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat