Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Peristiwa
Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim Curhat ke Pemrov Riau tentang Kondisi Daerahnya.
Rabu, 28 Maret 2018 - 18:19:43 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim curhat ke Pemrov Riau tentang kondisi daerahnya.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kecilnya alokasi anggaran yang dikucurkan untuk Kabupaten termuda di Riau itu.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara Musrenbang RKPD Provinsi Riau Tahun 2018, bertempat di Ball Room, Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (28/3/2018).

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Yulian Norwis SE MM, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Dirjend. Bina Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin, Deputy Menteri Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Ir. Arifin Rudiyanto, Forkopimda Riau, Ketua Parpol, Legislator, kalangan Akademisi dan Perbankan.

Di hadapan Plt. Gubernur Riau, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, mengungkapkan, sebagai sebuah Kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau yang mencapai 28.9 Persen, harusnya Meranti mendapat perhatian khusus.

Apalagi Meranti berada didaerah perbatasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis Nasional, namun kenyataannya cukup menyedihkan, Meranti justru mendapat alokasi anggaran paling kecil baik dari APBD Provinsi Riau maupun APBN

Selain itu Meranti merupakan satu satunya Kabupaten Kepulauan di Riau, yang hingga saat ini masih terisolir karena hanya terbuka akses 4 jam sehari menggunakan angkutan laut, 2 jam menuju Pekanbaru, dan 2 jam menuju Batam, dan setelah pukul 2 siang Meranti tutup.

Lebih jauh dijelaskan Wakil Bupati, kepada Deputy Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam serta seluruh pengambil kebijakan yang hadir dalam Musrenbang kali ini, Meranti juga merupakan kawasan Gambut yang berada di muara sungai Siak, berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Singapura yang hanya berjarak 90 KM.

Setiap harinya daerah yang berada di Selat Malaka, satu diantara pelabuhan terpadat didunia itu, dilalui oleh 400-500 Kapal yang lalu lalang dari seluruh dunia.

"Namun meski berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan negara tetangga Singapura dan Malaysia kondisi real sangat bertolak belakang, Meranti merupakan Kabupaten termiskin di Provinsi Riau," ujar Wakil Bupati H. Said Hasyim.

Ditetapkannya Meranti sebagai kawasan strategis Nasional sejauh ini, hanya simbol saja pasalnya belum satupun proyek strategis Nasional yang terealisasi di Meranti.

"Meski ditetapkan sebagai kawasan startegis Nasional namun belum ada satuun program strategis Nasional yang dijalankan," aku Wakil Bupati.

Adapun masalah strategis di Meranti yang sangat butuh perhatian dikatakan Wakil Bupati H. Said Hasyim, adalah keterbatasan infrastruktur, khususnya infrastruktur penghubung seperti jalan dan jembatan. Hal ini dinilai sangat krusial karena kondisi daerah yang berpulau menyebabkan sebagian besar Desa dan Kecamatan yang ada di Meranti terisolir.

"Bahkan ada salah satu daerah yang mana untuk menempuh perjalanan ke Kabupaten harus membawa uang 500 ribu rupiah sebagai ongkos P-P, itupun hanya bisa dilalui siang, jika ada orang sakit malam dan butuh perawatan bisa bisa keduluan meninggal," ungkap Wakil Bupati.

Selain itu masalah yang juga perlu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi dan Pusat adalah, abrasi yang terus melanda daratan Meranti, yang mengancam batas teritorial Indonesia karena setiap tahun sepanjang 12 Meter daratan habis dimakan abrasi.

"Abrasi di Meranti sangat luar biasa, mengancam batas teritori negara, ini harus menjadi perhatian kita semua," paparnya.

Sejauh ini meski diberi angin segar, sebagai kawasan perbatasan, strategis Nasional, beranda terdepan Indonesia dan masuk kedalam Nawa Cita Presiden Jokowi. Pastinya Kabupaten Meranti belum merasakan perhatian dari Pemerintah Pusat. Untuk itu dihadapan jajaran Pemprov Riau dan perwakilan pemerintah pusat yang hadir. Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim kembali berharap Meranti lebih diperhatikan agar mampu mengejar ketertinggalan dan berdiri sejajar dengan Kabupaten lainya di Indonesia.

"Kami berharap kedepan Meranti mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat, tidak seperti saat ini meski sudah mengajukan berbagai proposal namun tetap saja Bankeu yang diperoleh Meranti paling kecil dibandingkan daerah lainnya," ucap Wabup, dengan nada kecewa. (raf).




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat