517 Warga Pekanbaru Bakal Menjanda dan Menduda
Selasa, 27 Maret 2018 - 20:38:36 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Hingga Maret 2018 terdapat 517 berkas gugatan perceraian yang tengah diproses Pengadilan Agama Pekanbaru.
Ada banyak pasangan memilih mengakhiri bahtera rumah tangganya lantaran merasa sudah tidak ada kecocokan.
Dari data berkas permohonan perceraian di Pengadilan Agama Pekanbaru tersebut, penyebabnya beragam. Namun, didominasi faktor ekonomi keluarga.
Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Pekanbaru, Fakhriadi mengatakan, tuntutan hidup di Kota Pekanbaru yang semakin tinggi menjadi salah satu pemicu bagi pasangan suami istri memilih untuk berpisah.
"Hampir dua pertiga faktornya disebabkan ekonomi," ujar Fakhriadi.
Sebuah penelitian Harvard di tahun 2016 menemukan bahwa suami yang tidak memiliki pekerjaan berisiko akan digugat cerai oleh istrinya. Dari penelitian itu mengemukakan bahwa suami yang tidak memiliki pekerjaan dan banyak menghabiskan waktu di rumah berpotensi bercerai jika dibandingkan dengan keluarga dengan kondisi ekonomi di bawah rata-rata sekalipun.
Jika mengacu pada data pengangguran yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Riau. Bahwa angka pengangguran lebih terpusat di kota ketimbang di desa, dengan selisih angka yang sangat signifikan.
Kepala BPS Riau, Aden Gultom mengatakan, jumlah pengangguran terbuka di perkotaan masih tetap dan terdapat ketimpangan karena jumlah pengangguran di pedesaan justru menurun.
Ini artinya, masyarakat menganggur di perkotaan lebih tinggi dibanding di perdesaan. Pada Agustus 2017, pengangguran terbuka di perkotaan sebesar 9,25 persen, sedangkan di pedesaan hanya 4,20 persen.
"Totalnya sebanyak 184.560 orang di Riau menganggur," katanya. [yas,kmf]
Komentar Anda :