Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Pilpres 2019
Gatot hingga Anies Masuk Bursa Capres Alternatif
Minggu, 04 Maret 2018 - 14:13:00 WIB
[Foto dtc]

SULUHRIAU, Jakarta - Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan masih ada capres alternatif lain di luar Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Nama-nama yang disebut adalah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hendri pun sangsi jika duet Jokowi dan Prabowo bakal terwujud. Menurutnya pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo berseberangan.

"Kalau jadi satu Jokowi Prabowo apakah akan menang belum tentu. Fans pro Jokowi kan banyak yang tidak suka Prabowo, kan tidak suka bingung juga. Sama juga fans Prabowo juga berpikir kok begini kan, jadi belum tentu menang Prabowo jadi satu (Jokowi)," tutur Hendri dilansir detikcom, Ahad (4/3/2018).

Hendri kemudian menyebutkan tokoh capres yang layak dipertimbangkan menjadi lawan Jokowi dan Prabowo di 2019, di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur NTB TGB Zainul, eks Ketua KPK Abraham Samad hingga Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Sebab bila ini terjadi kemungkinan Jokowi lanjut dua periode sangat besar berbeda bila lawan yang dihadapi Jokowi orang baru seperti Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo, TGB Zainul Majdi, Ahmad Heryawan, Anies Baswedan, Mardani Ali Sera atau bahkan Abraham Samad," lanjut dia.

Saat ini Jokowi didukung lima partai seperti PDIP, NasDem, PPP, NasDem, dan Hanura. Sedangkan Prabowo mendapatkan dukungan dari partai PKS, dan Gerindra.

Sementara itu partai PAN, PKB, Demokrat hingga kini belum mendeklarasikan dukungannya. Namun, PAN yang merupakan partai koalisi pemerintah, diprediksi akan bergabung dengan oposisi. Sementara Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga masuk dalam bursa Pilpres 2019.

Menurut Hendri, Prabowo akan memainkan peran berbeda dalam Pilres 2019. Prabowo bisa saja mengusulkan sosok lain untuk melawan Jokowi.

"Prabowo akan memainkan peran yang berbeda Pilpres 2019, nah lagi-lagi kubu Jokowi lawannya Prabowo saja karena sangat mudah dikalahkan karena catatan sudah ada. Makanya ada usaha yang sistematis untuk tetap mendorong Prabowo sebagai lawan Jokowi di 2019," ucap Hendri.

Selain itu, Hendri juga mengatakan Wapres Jusuf Kalla (JK) harus dipertimbangkan dalam pembentukan poros baru. Sebab, simpatisan relawan JK juga sama dengan Jokowi.

"Poros baru yang dipimpin JK bisa saja muncul dan kuat. Sebab JK sebagai petahana juga memiliki sumber daya yang dimiliki Jokowi, jangan sampai tidak dihitung. Nah memang ada upaya keras dari kubu Jokowi supaya JK tidak lepas membentuk poros sendiri atau oposisi. Nah saat ini JK masih konsisten dukung Jokowi tapi politik kan dinamis," kata Hendri

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat