Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Anoa Semakin Punah, Di Sulut Tinggal 300-an Ekor
Minggu, 04 Maret 2018 - 14:01:52 WIB
Foto: Dok. Kementerian LHK

SULUHRIAU- Hewan Anoa di seluruh Pulau Sulawesi dan Buton diperkirakan tinggal 2.500 ekor. Khusus di Sulut, anoa diperkirakan tinggal 300 ekor.

"Sangat disayangkan, hal ini memprihatinkan," kata salah seorang peneliti hewan Anoa, Diah Irawati Dwi Arini kepada detikcom, Minggu (4/3/2018).

Menurut Arini, banyak faktor mangapa anoa semakin punah. Dari faktor adat hingga diburu untuk dimakan dagingnya.

"Di daerah Minahasa, anoa mungkin sudah hilang dari habitat alaminya, Karena tekanan perburuan yang luar biasa. Secara adat istiadat, ada upacara adat yang mengharuskan adanya daging anoa, atau dimanfaatkan dalam hal-hal tertentu. Biasanya pemburu hanya mengkonsumsi dagingnya saja. Kadang juga dijual sebagai pendapatan", kata Arini.

Bahkan di Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Bitung, Sulawesi Utara, Anoa nyaris tak bisa ditemui lagi.

"Dulu habitat Anoa di Hutan Tangkoko tahun 1960-an masih banyak. Sekarang disurvey jejaknya saja udah nggak ada," kata Arini.

Berikut faktor yang menyebabkan populasi anoa semakin menurun:

1. Deforestasi atau berkurangnya luas hutan di Sulawesi sehingga menyebabkan gangguan untuk habitat anoa.
2. Perburuan liar oleh pemangsa.
3. Sulitnya perkembangbiakan pada induk Anoa. Masa bunting 9-10 bulan dan anak hanya melahirkan 1 ekor bayi anoa.
4. Anoa sifatnya soliter dan agresif.

Untuk mengantisipasi punahnya anoa, berikut langkah-langkah yang harus diambil yaitu pengamanan terhadap kawasan konservasi di Sulawesi sebagai habitat anoa serta tindakan hukum yang tegas bagi perburuan anoa. Kedua, edukasi masyarakat tentang anoa terutama generasi muda. Dan terakhir yaitu konservasi ex situ anoa seperti di Anoa Breeding Center di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Manado.

"Saat ini di Sulawesi Utara sendiri menurut penelitian dosen IPB, jumlah anoa saat ini hanya sekitar 300 ekor. Setidaknya masih ada 14 kawasan konservasi dan hutan lindung yang diperkirakan masih ada Anoa", ungkap Arin.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat