Pemkab Meranti Terkendala Dana Olah Produk Turunan Kelapa dan Karet
Minggu, 04 Maret 2018 - 12:28:02 WIB
SULUHRIAU, Meranti- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti jemput bola anggaran pembangunan sektor pertanian ke Kementerian Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PDT) RI untuk pengembangan produk turunan kelapa dan karet.
Pemkab mengusulkan untuk mendapat bantuan peralatan atau teknologi tepat guna untuk memberikan nilai tambah hasil perkebunan kelapa dan karet.
Bupati Meranti Irwan Nasir mengatakan, potensi perkebunan kelapa di wilayah bina maju seluas 560 hektare, 750 hektare di Sungai Cina dan 75 hektare di Kecamatan Rangsang Barat dengan total produksi perhari 50 ribu butir.
Berdasarkan penghitungan Direktorat Pendayagunaan SDA dan Teknologi tepat Guna, jika dibuat minyak kelapa akan menghasilkan 5 ton per hari.
Namun sejauh ini investasi untuk pengembangan produk turunan dan industri hilir kelapa dan karet di Meranti belum ada, sehingga Pemkab berharap anggaran yang ada di Kementerian PDT bisa dialokasikan untuk pengembangan tersebut.
Sementara Direktur Pendayagunaan SDA dan Teknologi tepat guna Dirjen PPMD, Dirjend Pembangunan dan PMD Suprapedi saat berkunjung ke Meranti mengatakan, jika diberikan bantuan teknologi pengolah ojol menjadi karet lapis (slide) maka petani meranti akan meningkatkan harga jual karet yang sebelumnya Rp6.000 - Rp7.000 per kilogram dalam bentuk ojol menjadi Rp 20.000 per kilogram. [slt]
Komentar Anda :