Buka Musrenbang Kec Tebing Tinggi,
Meranti Kabupaten Termisikin di Riau, Wabup Minta Usulan Pembangunan Tepat Sasaran
Senin, 26 Februari 2018 - 15:48:20 WIB
SULUHRIAU, Meranti- Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim meminta kepada seluruh masyarakat, aparatur Desa dan Kecamatan saling bekerjasama membangun daerah.
Hal itu diungkapkannya saat membuka musyawarah pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (26/2/2018).
Ia mengatakan, permasalahan yang dihadapi baik sosial, ekonomi, keamanan maupun pembangunan infrastuktur yang perlu diselesaikan. "Perlu kerjasama dan kekompakan yang menjadi salah satu kunci sukses suatu daerah," katanya.
Dalam penyusunan usulan program startegis pada Musrenbang Tingkat Kecamatan Tebing Tinggi ini diminta munculkan usulan program startegis untuk menuntaskan berbagai persoalan.
Meranti kata Wabup, Kabupaten termuda dan merupakan termiskin di Provinsi Riau, banyak persoalan yang harus diselesaikan.
Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod menjelaskan, Pemkab Kepulauan Meranti Tahun 2018 cukup memprihatinkan mencapai 28,9 dan merupakan yang terendah di Provinsi Riau. Untuk itu perlu dilaksanakan berbagai strategi untuk menggesa pembangunan.
Selain itu angka harapanh hidup di Meranti yang masih rendah berkisar 66,8, angka pendidikan/lama pendidikan 12,74, IPM juga masih pada posisi yang rendah berkisar 63,9.
"Nantinya semua usulan itu akan diteruskan kepada OPD terkait untuk menjadi program prioritas pada tahun 2019 mendatang," katanya.
"Salah satu penyebabnya tingginya tingkat kemiskinan di Meranti adalah masih banyak potensi Meranti sumber daya alam yang belum termanfaatkan dengan optimal, untuk itu perlu dilakukan berbagai langkah strategis untuk menuntaskannya. Dan yang paling mengetahuinya adalah Lurah, Kepala Desa dan Camat," tambah Wakil Bupati.
Untuk itu ia berharap kepada Lurah, Kades dan Camat dapat menyampaikan semua persoalan didaerah masing masing dengan data yang lengkap sesuai dengan kondisi real dilapangan.
Khusus di Kecamatan Tebing Tinggi yang menjadi sorotan dari Wakil Bupati H Said Hasyim adalah pengelolaan sampah. Dimana Pemerinta Kabupaten tiap tahun menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit, yakni Rp40 miliar.
Kedepan ia berharap masalah sampah ini dijadikan program prioritas untuk dituntaskan sebab dengan tuntasnya masalah sampah akan memberikan multyplier efek pada sektor lainnya.
Pembangunan pelabuhan Dorak dipacu agar pembangunan menggeliat. Aspal jalan, dan pembangunan lainnya. [han]
Komentar Anda :