Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Bisakah TGB M Zainul Majdi Jadi Lawan Berat Jokowi?
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:37:56 WIB
Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengikuti pengajian rutin Kitab Tafsir Jalalain asuhan KH Maimoen Zubair di Ponpes Al Anwar, Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (18/2). (Foto Rol)

SULUHRIAU- Nama-nama baru alternatif calon presiden (capres) penantang Joko Widodo (Jokowi) mulai bermunculan.

Salah satunya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Memang, sampai saat ini elektabilitas sang gubernur belum diperhitungkan. Namun, TGB diprediksi bakal menjadi lawan berat Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Pengamat politik sekaligus analisis komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan, belum diperhitungkan elektabilitas TGB dalam bursa capres ataupun cawapres karena sosok TGB yang kalem dan tidak ambisius.

“Memang kalau dibandingkan dengan Gatot (mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo-Red), elektabilitasnya masih kalah. Tapi, kalau dimajukan sebagai capres, TGB akan lebih berpeluang menjadi lawan berat Joko Widodo dibanding Prabowo yang maju,” ujar Hendri, Jumat (23/2/2018).

Munculnya nama alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, itu, kata Hendri, karena umat membutuhkan figur pemimpin. Kemudian, mereka yang non-Islam juga mensyaratkan toleransi dari umat Islam.

Apalagi, TGB terpilih menjadi gubernur selama dua periode serta dianggap berhasil memimpin NTB. Fakta ini bakal menjadi modal kuat untuk bisa menantang Jokowi dan capres atau cawapres lainnya.

“Selain sangat toleran dan berhasil memimpin NTB, TGB juga memiliki pengetahuan Islam yang sangat bagus dan dalam. Dia juga hafiz (hafal Alquran--Red),” kata Hendri.

Memang, Hendri melanjutkan, sejauh ini belum ada satu partai politik (parpol) pun yang secara resmi meminang TGB untuk maju pada Pilpres 2019. Namun, bila elektabilitas TGB perlahan mengalami peningkatan, dipastikan parpol akan mendekatinya.

"Kemungkinan paling besar yang pertama adalah Partai Demokrat, tapi kalau mereka tetap memaksakan AHY, TGB akan lepas. Karena saat ini, elektabilitas TGB lebih bagus dibanding AHY."

Berdasarkan hasil survei Media Survei Nasional (Median) pada Februari, elektabilitas Jokowi dan Prabowo Subianto, sebagai kandidat capres paling kuat pada 2019, mengalami penurunan tipis.

Menurut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, dari survei kepada 1.000 responden dengan margin of error sekitar 3,1 persen dan menggunakan metode multistage random sampling tersebut, ada beberapa nama capres alternatif yang justru mengalami kenaikan elektabilitas.

Di antara capres alternatif di luar Jokowi dan Prabowo tersebut muncul nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Elektabilitas mantan menteri pendidikan itu melonjak menjadi 4,5 persen dari sebelumnya pada Oktober 2017 sebesar 4,4 persen,” kata Rico.

Kendati demikian, Rico berpandangan, meskipun ada peningkatan elektabilitas, Anies tetap harus membuktikan kinerjanya di DKI Jakarta sebagai gubernur. Sebab, Anies yang sekarang bukanlah Anies yang dulu yang hanya dilihat dari aspek citra kepribadiannya.

“Beda Pak Anies yang sekarang dengan Anies sebelum dia jadi gubernur. Kalau sekarang, masyarakat melihatnya dua hal, citra kinerjanya dan pribadinya. Jadi, kalau cuma citra pribadi yang bagus, misalnya dizalimi dan sebagainya, tapi kinerjanya di Jakarta enggak bagus, ya sulit, ya sama saja,” kata dia.

Karena itu, tahun ini merupakan tahun pembuktian bagi Anies jika ingin melangkah di Pilpres 2019. “Kalau Anies Baswedan dianggap gagal dalam mengurus Jakarta, ya mungkin suaranya tidak bisa naik. Jadi, pencitraan saja. Tahun ini jadi pembuktian dia bisa atau enggak (mengurus Jakarta),” ujar Rico.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat