Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Penyerangan Ulama dan Ustaz, Wiranto: Ada Sejumlah Dugaan
Selasa, 20 Februari 2018 - 10:01:18 WIB

SULUHRIAU- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto meminta masyarakat tidak berspekulasi seiring rentetan kasus penyerangan tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama, termasuk para ulama dan ustaz.

Menurut dia, saat ini kepolisian masih melakukan investigasi perihal keterkaitan antara kasus-kasus tersebut.

Ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2), Wiranto menjelaskan, ada sejumlah dugaan terkait rentetan kasus penyerangan tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama. Bisa terkait atau tidak dengan persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. "Sedang dijajaki dan diselidiki oleh aparat. Tunggu," ujar Wiranto.

Dia pun berharap agar masyarakat dan media massa bersikap tenang dan tidak meributkan hal ini. Aparat keamanan pun sudah diinstruksikan untuk lebih waspada dalam rangka menjaga kerawanan pilkada agar bisa ditekan serendah-rendahnya hingga hari pelaksaan pilkada tiba.

Wiranto menuturkan, kejadian yang menimpa tempat ibadah dan tokoh agama di lokasi yang berbeda-beda memang masih harus didalami. Apakah aksi dilakukan secara teroganisasi atau secara tersendiri. Hal yang pasti, laporan dari kepolisian sejauh ini menyatakan pelaku penyerangan gereja di Sleman, DI Yogyakarta, merupakan teroris. Sedangkan pelaku penyerangan ulama dan ustaz di Jawa Barat dan Tangerang Selatan sejauh ini disebut adalah orang gila.

Di Sleman, DI Yogyakarta, anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Buya Syafii Maarif mengaku sangat prihatin dengan serangkaian serangan pada tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama. Hal ini disampaikan Buya usai menerima kunjungan Romo Benny Susetyo, yang disusul Romo Robertus Rubiyatmoko di kediamannya, Senin (19/2) sore. "Apalagi, ini terjadi di mana-mana, bukan cuma gereja ini, ada kiai yang dibunuh di Jawa Barat, masjid-masjid di Lamongan," kata Buya Syafii.

Buya berpendapat, rentetan kejadian itu memiliki banyak penyebab. Salah satunya berkaitan dengan cara memahami ideologi agama yang keliru. Kehidupan sosial yang masih tidak berubah dinilai jadi penyebab berikut.

Menurut mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini, jika kedua penyebab itu bertemu, tentu kejadian-kejadian seperti ini seakan tidak terelakkan lagi. Oleh karena itu, perlu ada usaha maksimal yang benar-benar bertujuan mengubah kondisi bangsa Indonesia.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember Ustaz Kusno mengaku sangat prihatin, menyayangkan, dan menyesalkan, bahkan mengutuk sekeras-kerasnya terhadap kejadian penyerangan yang menimpa KH Hakam Mubarok dan tokoh agama lainnya.

"Siapa pun pelakunya dan apa pun motif pelakunya, itu tindakan biadab yang harus dihentikan, usut dan diselesaikan dengan baik dan benar, agar tidak meresahkan masyarakat dan membuat kegamangan hukum di negeri yang kita cintai dan banggakan ini," kata Kusno, Senin (19/2).

Terkait peristiwa tersebut, Kusno mengatakan, PDM Jember memercayakan kepada aparat berwenang untuk mengusut tuntas dalam penegakan hukum yang akuntabel dan transparan kepada publik. Selain itu, ia juga mengimbau agar umat mengambil hikmah atas kejadian tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kesigapan dalam menjaga aset umat. Termasuk para tokoh agama, kiai, ustaz, ataupun tokoh agama non-Islam.

Dalam hal ini, ia menekankan agar masyarakat tidak boleh terjebak pada kejadiannya semata. Namun, ia meminta agar masyarakat, khususnya di kalangan Muhammadiyah, agar lebih arif dan bijak untuk mengambil hikmah yang ada di dalamnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kiai Haji Taufik Kusuma berharap kasus penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama tidak terjadi kembali. Dalam hal ini, terutama di Kota Malang, yang dikenal harmonis dan kondusif selama ini.

Kepala Polres (Kapolres) Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, memastikan, hubungan para tokoh agama di Kabupaten Malang sangat harmonis dan kondusif. Hal ini diungkapkannya berkenaan atas isu penyerangan tokoh agama oleh warga gangguan jiwa yang ramai diperbincangkan belakangan ini.

Sumber: republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat