Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Penyerangan Ulama dan Ustaz, Wiranto: Ada Sejumlah Dugaan
Selasa, 20 Februari 2018 - 10:01:18 WIB

SULUHRIAU- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto meminta masyarakat tidak berspekulasi seiring rentetan kasus penyerangan tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama, termasuk para ulama dan ustaz.

Menurut dia, saat ini kepolisian masih melakukan investigasi perihal keterkaitan antara kasus-kasus tersebut.

Ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2), Wiranto menjelaskan, ada sejumlah dugaan terkait rentetan kasus penyerangan tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama. Bisa terkait atau tidak dengan persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. "Sedang dijajaki dan diselidiki oleh aparat. Tunggu," ujar Wiranto.

Dia pun berharap agar masyarakat dan media massa bersikap tenang dan tidak meributkan hal ini. Aparat keamanan pun sudah diinstruksikan untuk lebih waspada dalam rangka menjaga kerawanan pilkada agar bisa ditekan serendah-rendahnya hingga hari pelaksaan pilkada tiba.

Wiranto menuturkan, kejadian yang menimpa tempat ibadah dan tokoh agama di lokasi yang berbeda-beda memang masih harus didalami. Apakah aksi dilakukan secara teroganisasi atau secara tersendiri. Hal yang pasti, laporan dari kepolisian sejauh ini menyatakan pelaku penyerangan gereja di Sleman, DI Yogyakarta, merupakan teroris. Sedangkan pelaku penyerangan ulama dan ustaz di Jawa Barat dan Tangerang Selatan sejauh ini disebut adalah orang gila.

Di Sleman, DI Yogyakarta, anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Buya Syafii Maarif mengaku sangat prihatin dengan serangkaian serangan pada tempat-tempat ibadah dan tokoh-tokoh agama. Hal ini disampaikan Buya usai menerima kunjungan Romo Benny Susetyo, yang disusul Romo Robertus Rubiyatmoko di kediamannya, Senin (19/2) sore. "Apalagi, ini terjadi di mana-mana, bukan cuma gereja ini, ada kiai yang dibunuh di Jawa Barat, masjid-masjid di Lamongan," kata Buya Syafii.

Buya berpendapat, rentetan kejadian itu memiliki banyak penyebab. Salah satunya berkaitan dengan cara memahami ideologi agama yang keliru. Kehidupan sosial yang masih tidak berubah dinilai jadi penyebab berikut.

Menurut mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini, jika kedua penyebab itu bertemu, tentu kejadian-kejadian seperti ini seakan tidak terelakkan lagi. Oleh karena itu, perlu ada usaha maksimal yang benar-benar bertujuan mengubah kondisi bangsa Indonesia.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember Ustaz Kusno mengaku sangat prihatin, menyayangkan, dan menyesalkan, bahkan mengutuk sekeras-kerasnya terhadap kejadian penyerangan yang menimpa KH Hakam Mubarok dan tokoh agama lainnya.

"Siapa pun pelakunya dan apa pun motif pelakunya, itu tindakan biadab yang harus dihentikan, usut dan diselesaikan dengan baik dan benar, agar tidak meresahkan masyarakat dan membuat kegamangan hukum di negeri yang kita cintai dan banggakan ini," kata Kusno, Senin (19/2).

Terkait peristiwa tersebut, Kusno mengatakan, PDM Jember memercayakan kepada aparat berwenang untuk mengusut tuntas dalam penegakan hukum yang akuntabel dan transparan kepada publik. Selain itu, ia juga mengimbau agar umat mengambil hikmah atas kejadian tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kesigapan dalam menjaga aset umat. Termasuk para tokoh agama, kiai, ustaz, ataupun tokoh agama non-Islam.

Dalam hal ini, ia menekankan agar masyarakat tidak boleh terjebak pada kejadiannya semata. Namun, ia meminta agar masyarakat, khususnya di kalangan Muhammadiyah, agar lebih arif dan bijak untuk mengambil hikmah yang ada di dalamnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kiai Haji Taufik Kusuma berharap kasus penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama tidak terjadi kembali. Dalam hal ini, terutama di Kota Malang, yang dikenal harmonis dan kondusif selama ini.

Kepala Polres (Kapolres) Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, memastikan, hubungan para tokoh agama di Kabupaten Malang sangat harmonis dan kondusif. Hal ini diungkapkannya berkenaan atas isu penyerangan tokoh agama oleh warga gangguan jiwa yang ramai diperbincangkan belakangan ini.

Sumber: republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat