Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Gerindra Kecewa Paspampres Cegah Anies ke Podium Piala Presiden
Senin, 19 Februari 2018 - 10:20:22 WIB
Ketua Steering Comittee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait berbincang dengan Gubernur DKI Anies Baswedan. (Foto: dok. Piala Presiden 2018/dtc)

SULUHRIAU- Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah oleh Paspampres saat hendak ikut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Piala Presiden 2018 ke Persija.

Partai Gerindra yang mengusung Anies di Pilgub DKI menyebut kejadian itu memalukan.

"Saya kira itu satu sikap dari Paspampres yang tidak baik dan tidak bijaksana, bahkan itu memalukan. Harusnya ini peraturan perundang-undangannya jelas. Jika ada kegiatan presiden di suatu daerah, maka wajib gubernur mendampingi presiden," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria saat Ahad (18/2/2018) malam.

Menurutnya, Paspampres yang setiap hari mendampingi presiden seharusnya sudah paham soal protokoler yang berlaku. Riza berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Harusnya Paspampres memahami, bahwa itu tidak baik. Bahwa yang namanya Paspampres adalah petugas, aparat pengamanan presiden yang sehari-hari memahami aturan dari protokoler presiden. Di mana-mana setiap acara kepresidenan di suatu daerah, gubernur mendampingi justru kegiatan apa pun, apalagi ini di Jakarta. Apalagi ini Persija yang menang, ini kesalahan fatal, jangan sampai terulang lagi," ucapnya.

Dia mengaku kecewa dengan sikap Paspampres yang mencegah Anies mendampingi Jokowi ke podium. Riza pun mempertanyakan siapa yang memberi perintah untuk mencegah Anies.

"Kami kecewa dengan sikap Paspampres. Pertanyaannya, siapa yang meminta dan memerintahkan Paspampres? Apakah iya ini inisiatif Paspampres? Kenapa melarang? Apa dasar dan alasannnya?" ujar Riza.

Riza menyatakan orang-orang bisa mengaitkan kejadian tersebut dengan isu politik. Salah satunya soal meningkatnya popularitas Anies jelang Pemilu legislatif dan Pilpres 2019.

"Saya tidak bisa menghubungkan dengan politik, tapikan orang pasti mengait-ngaitkan. Ada ketakutan apa dengan Pak Anies gitu lho. Takut Pak Anies semakin meningkat popularitasnya, apa takut Pak Anies elektabilitasnya tinggi. Dulu Pak Jokowi kan dari gubernur DKI, apa takut tersaingi oleh Pak Anies. Kita mempertanyakan siapa itu yang memerintahkan Paspampres untuk melarang, dan atas inisiatif siapa, itu penting," jelas Riza.

Sebelumnya, pada final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2) kemarin, Anies dicegah Paspampres saat hendak mendampingi Jokowi ke podium menyerahkan hadiah kepada pemenang. Pihak Istana pun telah memberi penjelasan soal peristiwa tersebut.

Istana menyatakan tak ada arahan dari Jokowi untuk mencegah Anies maju ke podium Piala Presiden. Istana juga menegaskan bahwa acara penyerahan Piala Presiden tersebut bukanlah acara kenegaraan sehingga tidak mengikuti aturan protokoler.

Sementara itu, Wasekjen Golkar Maman Abdurahman meminta Ketua Panitia (SC) Maruarar Sirait bertanggung jawab dan minta maaf. Maruarar sendiri mengatakan bahwa memang tidak semua pejabat diminta naik ke podium Piala Presiden.

Bagaimana penjelasan Maruarar?

"Hubungan Anies dan Jokowi jangan dijadikan hubungan seremonial. Buktinya saya undang Anies, saya sudah datangi kantor Anies ke Balai Kota," ujar Maruarar mengawali penjelasannya, Minggu (18/2/2018) malam.

Ara, sapaan Maruarar, menjelaskan bahwa kejadian ini jangan sampai dijadikan polemik. Apalagi, Ara menjelaskan Anies sudah berkontribusi besar seusai pelaksanaan Piala Presiden.

"Buktinya Anies datang dan duduk dekat Presiden, buktinya hubungan mereka baik-baik saja. Anies pernah jadi tim sukses Pilgub DKI 2012, waktu Pilpres 2014, jadi menterinya Pak Jokowi tahun 2014. Waktu Piala Presiden, saya undang Pak Anies, saya juga datang ke Balai Kota DKI. Anies juga bantu kebersihan, Anies bantu TransJakarta beroperasi sampai tengah malam. Waktu Persija nge-golin, Pak Jokowi memberi selamat ke Pak Anies," bebernya.

Justru, Ara menegaskan jangan sampai kejadian ini dijadikan ajang mengadu domba antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Anies. Menurutnya, hubungan keduanya sudah terjalin baik.

"Jangan adu 2 kawan saya. Sesudah pertandingan, saya ketemu Pak Anies baik-baik saja. Jadi biasa ada orang yang mengadu-adu saja, kita jangan terpancing. Karena hubungan Pak Jokowi dan Pak Anies baik-baik saja," papar Ara.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat