Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Jurnalis di Jalan Tuhan
Minggu, 18 Februari 2018 - 11:53:11 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Jurnalisme  akan mati. Penulis dan wartawan senior Aristides Katoppo mengungkapkan kekhawatirannya demikian dalam pertemuannya dengan para jurnalis senior pada awal tahun ini.

Pertemuan tersebut menghadirkan antara lain Ashadi Siregar, Retno Intani, Aristides Katoppo, Wahyudi M Pratopo. Mereka bicara soal dampak teknologi informasi terhadap generasi zaman now sebagai generasi penjelajah informasi yang tidak hanya lokal tapi juga global, generasi yang menjemput tantangan. Di sini, wartawan senior Aristides mengkhawatirkan the death of journalism sebagai dampak teknologi digital pada proses produksi konten.

Tanda-tandanya memang telah muncul sejak akhir 2011. Sebagaimana ditulis Supadiyanto di Kompasiana.com, para pengusaha media cetak di seluruh dunia menjadi terpukul dengan tutupnya perusahaan koran yang dianggap tertua The New York Times (NYT) pada Desember 2011.

Dikabarkan bahwa NYT telah melego 16 surat kabar daerahnya kepada Halifax Media Holdings senilai USD 143 juta. Koran yang dijual antara lain, Sarasota Herald Tribune, The Press Democrat di Kalifornia, Ledger di Kalifornia, Herald Journal di Carolina Utara, Daily Comet di Los Angeles, dan belasan koran daerah lainnya yang oplahnya mencapai 43 ribu eksemplar. Kini, NYT memilih mengembangkan bisnis media online.

Istilah jurnalis kedengarannya punya konotasi yang baik dalam sejarah peradaban manusia. Para pencipta karya fiksi pun menciptakan tokoh-tokoh komik terkait dengan profesi jurnalis, seperti tokoh Tintin yang merupakan reporter asal Eropa beserta anjingnya Snowy. Sebut saja tokoh-tokoh superhero Amerika Serikat seperti Clark Kent (Superman) dan jurnalis foto Peter Parker (Spiderman); mereka adalah jurnalis sekaligus jagoan pembela kebenaran.

Di dunia nyata, jurnalisme bahkan berhubungan dengan pekerjaan yang amat dekat dengan penyampaian wahyu Tuhan. Tidak main-main. Hakikat jurnalisme, yaitu pekerjaan menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui orang lain secara kontinu, adalah aktivitas yang tak bisa dilepaskan dari hubungan antara manusia dan Tuhannya.

Jurnalisme konvensional yang menghabiskan banyak kertas menurut saya memang sedang sekarat. Tapi, bagaimana dengan kehadiran jurnalisme muslim yang jumlahnya tampak kian bertambah, apakah mereka akan bernasib sama dengan jurnalisme konvensional?

Jurnalisme Aktivitas Islami

Dalam tulisan ini membedakan antara kata Muslim (dengan M huruf besar) dan muslim (m huruf kecil). Yang pertama mengacu kepada identitas legal-formal seseorang yang menganut sebuah agama, yaitu Islam. Seorang Muslim adalah orang yang tercatat beragama Islam.

Yang kedua, muslim berarti, orang yang tunduk dan berserah diri kepada Allah. Yang kedua ini beriman kepada Tuhan, yaitu menerima segala-sesuatu yang datang dari-Nya. Jika sebagian jurnalis menghindari penyebutan nama Tuhan dalam feature (karya-karya) mereka, hal itu tidak dilakukan oleh seorang jurnalis muslim yang beriman kepada Tuhan. Baginya, segala sesuatu terjadi dengan izin-Nya.

Jurnalisme muslim ditandai dengan lima karakter utamanya yakni;

Tauhid, yaitu mengesakan Tuhan. Dalam hal ini termasuk mengesakan peraturan dan hukum-Nya, mengintegrasikan firman-Nya dalam satu kesatuan makna. Ciri tauhid lainnya ialah, konsisten (karena berasal dari satu Tuhan) dan tak terpisahkan. Seperti ajaran Islam yang tak memisahkan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi, antara ilmu dan iman, antara perkataan dan perbuatan.

Jujur, berarti apa adanya. Menerima kenyataan sejauh ditangkap indranya; apalagi, dengan didukung teknologi pengindraan yang semakin canggih dan semakin akurat. Ini berhubungan dengan tugas reporter dan fotografer atau kameramen sebagai indra dalam sebuah organisasi pers, kita terbiasa menyebutnya ujung tombak.

Menyampaikan kebenaran, artinya merujuk kepada penilaian Allah sebagai satu-satunya pihak yang benar. Prakteknya yaitu dengan mengacu kepada pegangan orang beriman yaitu Alquran dan sunah Rasulullah serta ijtihad para ahli (yang punya otoritas) dan pakar di bidangnya dengan merujuk kepada kedua pegangan.

Independen, yaitu bermodalkan sumber-sumber halal atas dasar hubungan suka-sama-suka, serta bebas dari tekanan pihak mana pun, baik negara, publik, maupun pihak pemilik modal.

Adil, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Cover both sides, cover all sides, dan imparsial alias tidak memihak kecuali memihak kepada kebenaran yang datang dari Tuhan. Simaklah firman Allah di kitab suci mengenai hal ini,

Tak berbeda jauh dengan jurnalisme konvensional, jurnalisme muslim saat ini tengah bertahan hidup. Ia tidak pernah benar-benar mati. Ia tetap eksis sejak perutusan para nabi dan rasul Allah hingga ke Nabi Penutup Muhammad Rasulullah, lalu berlanjut hingga saat ini. Bahkan, akan terus berlanjut hingga kiamat kelak.

Hingga hari ini media-media Islam perlahan berguguran mengikuti rekan mereka yang konvensional. Sebagian karena terlalu membatasi diri pada segmen pembaca khusus, sebagian karena tergeser oleh “revolusi” digital, sebagian lagi tak lain karena soal modal.

Kemunculan media Islam online memberi harapan baru, tapi tampaknya tidak bagi peningkatan taraf hidup seorang freelance yang masih harus berkutat dengan pemenuhan ekonomi rumah tangganya.

Seorang freelance tetaplah seorang jurnalis yang tak bisa menyampaikan sesuatu untuk tujuan k




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat