Mencongkel Kisah Dua Tahun Lalu,
Wabup Tuding Bupati tak Komit Bayar Utang Pilkada, Ini Kata Mursini
Kamis, 01 Februari 2018 - 12:30:00 WIB
SULUHRIAU, Kuansing- Inilah kisah dua 'sijoli' pimpinan daerah. Awalnya mesra di tengah jalan 'pecah konsi'?.
Adalah Wakil Bupati dan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing)- Riau, Halim dan Mursini, beritanya kini mengagetkan dan membuat 'panas dingin' Pemerintahan Kuansing yang mereka pimpin.
Kenapa tidak, satu diantara teman seiring ini meluahkan kekecewaan hingga mencongkel kisah dua tahun lalu semasa mereka berdua 'mesra' menuju puncak Singga Sana; Kepala Daerah.
Kini, kisah berdarah-darah mereka berdua dulu itu, kembali berdarah dengan 'luka' yang berbeda.
Hingga, masyarakat di Kabupaten Kuansing kaget dibuatnya.
Pemicunya, sang Wakil Bupati H Halim 'berbunyi' terkait adanya hutang pinjaman saat akan maju Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) bersama Bupati Mursini tahun 2015 lalu.
Versi Halim, hingga saat ini dialah yang mengansur hutang dengan bunga Rp100 juta tiap bulannya. Padahal dulu sudah disepakati, kalau hutang ditanggung bersama bupati.
"Dulu janji akan membayar setelah terpilih dan dilantik, tapi setelah hampir dua tahun berjalan bicaranya tidak jelas. Dan sejak 2015 saya bayar,"ujar Wabup Kuansing H Halim kepada media.
Tak sampai disitu, Halim juga mengungkapkan persoalan dana Pilkada lalu, dirinya jugalah yang menyiapkan dana. "Saya sampai jual kebun 36 hektare dengan nilai Rp4,5 miliar. Beliau jual kebun juga, tapi hanya Rp1 miliar," katanya.
Kemarahan Halim kian memuncak setelah di pemerintahan juga terkesan tidak dianggap oleh Mursini. Ia tidak pernah mendapat porsi dalam menyusun kabinet di pemerintahan.
"Terjadi pelantikan tanpa sepengetahuan Wabup, sudah tiga kali, dua kali tidak diajak berunding sama sekali," ujarnya.
Tidaklah Seperti Itu
Dikonfirmasi ke Bupati Mursini soal pernyataan wakilnya ini, ia mengaku kaget. Setelah membaca di media katanya, sungguh kata Mursnini Ia tidak menyangka sang wakil mengungkapkan itu secara terbuka kepada media.
"Ya saya cukup kaget. Tidaklah seperti itu juga yang ditulis di media. Banyak juga yang membantu saat kampanye, ada juga partai," ungkap Mursini.
Menurut Mursini, memang saat kampanye di Pilkada Kuansing, Halim lebih banyak menanggung biaya ketimbang dirinya. "Kita menanggung dana berdua, memang banyak uang dia," tuturnya.
Lebih lanjut Mursini menjelaskan, sebelum berita ini muncul di media, hubungannya dengan Halim berjalan baik-baik saja. Bahkan sering berkomunikasi.
Hanya saja katanya, ketika ada pelantikan
75 pejabat dan kepala sekolah beberapa waktu lalu, ada miss komunikasi, karena pada saat pelantikan, Halim tidak berada di Kuansing.
"Mungkin dia merasa kecewa saat pelantikan Kepsek kemarin, ada yang mengompori dan merasa tidak dilibatkan, karena pelantikan itu dilaksanakan saat pak Wabup tidak berada di tempat," tuturnya.
Karena itu, Mursini menyebut akan menjadwalkan pertemuan dengan dengan Halim dalam waktu dekat. "Sampai sekarang belum ada komunikasi. Mungkin besok saya akan bertemu beliau," tegasnya.
Mursini juga berharap, dan meminta masyarakat tidak terpancing dengan pemberitaan pernyataan Halim yang muncul di media. "Masyarakat jangan sampai terpancing, harus menyaring setiap informasi yang beredar," harapnya. [han, ckl,krp]
Komentar Anda :