Fraksi di DPR yang Melegalkan LGBT Sama Saja Bunuh Diri
Rabu, 24 Januari 2018 - 09:56:19 WIB
SULUHRIAU- Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, partai politik (parpol) yang berani mengakomodasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sama saja menggali kuburnya sendiri.
Menurut dia, rakyat tidak akan memilih parpol yang mendukung LGBT lantaran perbuatan tersebut sudah jelas bertentangan dengan norma agama dan norma hukum di Indonesia.
"Jika ada fraksi di DPR melegalkan LGBT sama saja bunuh diri. Tidak akan dipilih lagi oleh rakyat," kata Ujang kepada Okezone, Rabu (24/1/2018).
Menurut dia, Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas beragama Islam. Karenanya ia yakin tak akan ada fraksi yang berani mengakomodasi kepentingan LGBT dalam suatu produk hukum. "Saya yakin tidak ada," jelas Ujang.
Terpisah, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengungkapkan, dalam pembahasan RKUHP di DPR pihaknya tak menemukan sikap jelas fraksi-fraksi dalam melihat permasalahan LGBT ini.
"Siang tadi saya coba pergi ke DPR mau cari tahu perkembangan pembahasan RKUHP tersebut. Tapi tak ada yang bisa menjawab secara pasti soal sikap fraksi-fraksi terkait isu LGBT tersebut," jelas Lucius.
Sedangkan Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono mengatakan sikap partainya sudah jelas, yakni menolak mentah-mentah eksistensi LGBT dalam legal-formal alias perundang-undangan.
Ketua DPR Bambang Soesatyo sebelumnya menjamin fraksi-fraksi di DPR menolak adanya LGBT dalam pembahasan RKUHP yang kini tengah bergulir. Menurut dia, semangat pembahasan RKUHP ini untuk memberikan perluasaan tafsiran agar perilaku LGBT tersebut dapat dipidana.
Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan LGBT tak akan dilegalkan oleh DPR dan pemerintah. Ia yakin tidak ada satu pihak pun yang berani melegalkan LGBT dalam aturan hukum.
Polemik LGBT kembali mencuat setelah Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut ada lima fraksi di DPR yang mendorong diakomodasinya LGBT. Namun, ucapan itu tak disertai paparan yang jelas.
Pernyataan Zulhas kemudian dibantah oleh Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto. Menurut Yandri, justru saat itu Zulhas menyebut ada lima fraksi menolak LGBT, termasuk PAN. Namun, awak media yang meliput pidato Zulkifli langsung menyimpulkan bahwa lima fraksi lainnya di DPR mendukung LGBT.
Ketua DPP PAN itu menegaskan bahwa Zulkifli juga tidak pernah menyebut nama fraksi manapun baik itu menolak atau pun setuju dengan LGBT. Zulkifli, menurutnya, hanya bicara terkait sikap PAN terhadap LGBT, yang memastikan PAN adalah salah satu parpol yang mendukung perilaku seks sesama jenis bisa dipidana.
Sumber: Okezone.com | Editor: Jandri
Komentar Anda :