Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Ditemukan 'Surga Prasejarah' di Israel Berusia 500 Ribu Tahun
Rabu, 17 Januari 2018 - 09:38:14 WIB
Foto BBC,dtc

SULUHRIAU, Tel Aviv - Situs prasejarah yang sangat langka telah ditemukan para arkeolog di dekat Tel Aviv, Israel, yang digambarkan sebagai 'surga' bagi nenek moyang manusia yang hidup 500.000 tahun yang lalu.

Di situs yang terletak di sebelah jalan bebas hambatan yang sangat sibuk di Jaljulia tersebut ditemukan ratusan kapak tangan dari batu dan artefak-artefak lain yang dikatakan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Kegunaan kapak-kapak batu ini belum bisa dipastikan, namun para pakar mengatakan mungkin perkakas tersebut dipakai untuk aneka keperluan, dari membunuh hewan buruan hingga menguliti binatang.

Mereka mengatakan kapak-kapak yang ditemukan sangat rapi yang mengindikasikan pemahaman orang-orang pada zaman itu tentang material batu dan bagaimana mengubah batu menjadi alat yang efektif.

Para pakar mengatakan di situs ini dulunya terdapat sungai, vegetasi, dan aneka binatang, kombinasi ideal bagi manusia yang hidup pada zaman tersebut.

Seperti diketahui, sebelum akhirnya menetap, manusia dulunya berburu dan berpindah-pindah tempat.

Ran Barkai, kepala jurusan arkeologi di Universitas Tel Aviv mengatakan kualitas preservasi situs yang ditemukan timnya 'sungguh luar biasa'.

"Bagi orang-orang (pada zamannya), situs ini seperti surga, jadi mereka datang ke tempat ini dari waktu ke waktu," papar Barkai.

"Batu-batu yang terbawa oleh aliran air dimanfaatkan untuk membuat alat dan perkakas. Aliran ini juga membuat banyak binatang datang ke sini. Binatang-binatang ini diburu dan langsung dikonsumsi di tempat ini," katanya.

Jadi, orang-orang prasejarah bisa membuat alat dan menggunakan alat tersebut untuk membunuh hewan di satu tempat yang sama, kata Barkai.

Lanskap kuno tersebut ditemukan di antara Jaljulia dan jalan bebas hambatan Rute 6, sekitar lima meter di bawah permukaan tanah.

Para ahli memperkirakan situs ini dipakai oleh nenek moyang manusia modern, homo erectus, spesies pertama manusia yang berjalan tegak.

Mereka sedikit lebih besar dan lebih bertenaga namun otak mereka tak secanggih otak manusia modern.

Badan Kepurbakalaan Israel yang ikut melakukan penggalian bersama tim arkeolog dari Universitas Tel Aviv mengatakan temuan ini bisa menambah informasi baru atas periode tersebut.

"Temuan ini luar biasa karena perkakas yang ditemukan sebagian besar relatif utuh, tidak rusak. Ini semua membantu kita memahami kehidupan zaman dulu," kata Maayan Shemer, direktur penggalian Badan Kepurbakalaan Israel.

"Tak diragukan lagi, hasil kajian atas temuan ini akan membantu kita memahami gaya hidup dan perilaku manusia pada era tersebut," katanya.

Sumber: detik.com, BBC | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat