Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Menteri Israel: Yerusalem Timur Bisa Dimiliki Palestina
Minggu, 07 Januari 2018 - 15:08:02 WIB
Rutters

SULUHRIAU, Tel Aviv- Israel masih membuka harapan bagi rakyat Palestina untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota mereka di masa depan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri Kerja Sama Regional Israel Tzachi Hanegbi.

"Kami memang mengklaim Yerusalem secara utuh sebagai Ibu Kota, tapi itu hanya sebuah klaim bukan sebuah diktat," kata kata Tzachi Hanegbi kepada Aljazirah, Ahad (7/1/2018).

Tzachi Hanegbi merupakan salah satu anggota partai Likud yang mengusung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan, pernyataan sepihak yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 6 Desember lalu seharusnya tidak menghalangi klaim Palestina guna menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka.

Yerusalem selalu menjadi inti permbicaraan damai Palestina-Israel. Negara zionis tersebut kemudian melanggar hukum internasional dengan mencaplok kawasan timur Yerusalem pada 1967. Mereka bersikeras kota itu merupakan ibu kota yang tak dapat dibagi-bagi.

Pengakuan sepihak Trump lantas membuat Palestina enggan melanjutkan perundingan damai kedua negara. Kendati, pernyataan Tzachi Hanegbi mengindikasikan negosiasi damai masih dapat diteruskan dan belum berakhir. Israel agaknya menghendaki pembentukan negara Palestina dengan kedaulatan seminim mungkin.

"Palestina dapat mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota dan kita dapat menegosiasikan sebuah kesepakatan. Meskipun kami mencaplok Yerusalem Timur, tetap saja masih bisa dinegosiasikan," kata Tzachi Hanegbi.

Meski demikian, awal pekan lalu Pemerintah Israel meloloskan undang-undang yang membuat Yerusalem tidak dapat dipecah belah. Kebijakan itu dinilai sebagian orang sebagai langkah fatal bagi kemungkinan terciptanya solusi kedua negara.

Hanegbi saat itu mengatakan, peraturan tersebut harus dibuat dan menyalahkan otoritas Palestina yang gagal untuk mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri konflik Israel-Palestina. Tuduhan itu lantas dibantah Otoritas Palestina yang mengatakan jika negosiasi tidak tercapai disebabkan minimnya komitmen Pemerintah Israel.

Pejabat Senior Palestina Nasser al-Kidwa menilai pernyataan yang diungkapkan Tzachi Hanegbi merupakan sebuah omong kosong belaka. Ini, dia melanjutkan, lantaran adanya perbedaan antara kata-kata dan perbuatan mereka di lapangan.

Dia menambahkan, komite legislatif Israel bisa saja berbicara tentang perundingan damai, namun pemerintahan mereka menunjukkan kebijakan yang bertentangan dengan solusi kedua negara. Pencaplokan kawasan oleh militer dan pembangunan permukiman ilegal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat tidak akan meredakan konflik.

Dia menegaskan, jika Israel memang menginginkan berakhirnya konflik, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina sebelum meneruskan perudingan damai. Palestina telah berkompromi terkait 78 persen lahan yang telah dicaplok Israel.

"Yerusalem tidak dapat dimonopoli oleh partai manapun. Palestina kini hanya berusaha membangun negara di 22 persen sisa kawasan di Tepi Barat dan Gaza," kata Nasser al-Kidwa.

Negosiasi dengan Hamas

Sementara, Israel mengaku tidak keberatan melakukan perbicangan dengan Hamas. Mereka juga siap bernegosiasi asalkan Hamas menerima prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh kuartet pialang perdamaian internasional dengan mengakui Israel, mematuhi perjanjian Palestina-Israel yang sebelumnya, dan menyudahi tindak kekerasan yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Hamas Osama Hamdan mengatakan, perbincangan tidak akan terjadi jika Israel menuntut hal tersebut. Dia melanjutkan, negosiasi dengan Israel adalah hal yang sia-sia di tengah kebijakan di atas tanah Palestina yang mereka jajah.

"Berdasarkan pengalaman, Israel tidak mencari resolusi konflik melainkan ingin mengendalikan rakyat Palestina. Pendudukan Israel harus diakhiri terlebih dulu," tegas Hamdan.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat