Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Umumkan Cagub, Mega Tepis Serangan Isu PKI ke Jokowi dan PDIP
Minggu, 07 Januari 2018 - 14:55:58 WIB
Megawati Soekarnoputri

SULUHRIAU- Jakarta- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara soal isu PKI di tengah mengumumkan pasangan calon di enam pilgub.

Mega cukup geram karena banyak tuduhan yang dilemparkan kepada pihaknya terkait isu PKI.

"Bapak saya dibilang PKI padahal sudah diberi gelar oleh NU, yang sampai sekarang tidak pernah dicabut," ujar Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Ahad (7/1/2018).

Dalam kesempatan itu dia bercerita banyak membicarakan hal ini kepada tokoh-tokoh agama seperti dari NU dan Muhammadiyah. Megawati meminta kepada para tokoh tersebut untuk membantu menjernihkan isu-isu tersebut.

"Tolong dibersihkan dong. Sekarang (isunya) turun ke PDIP, PKI. Itu kan singkatan, Partai Komunitas Indonesia. Saya itu partainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ideologinya Pancasila," tuturnya.

Megawati menegaskan siap menuntut orang-orang yang menyebut PDIP dan pihaknya sebagai PKI. Dia juga meminta kepada polisi untuk proaktif mencari oknum-oknum penyebar isu tersebut.

"Saya sue lho nanti, pasalnya pencemaran lho. Saya bilang sama pak polisi dua ini, tangkap dong. 'Harus ada yang ngadu bu'. Ya udah saya ngadu," kata Megawati.

Putri proklamator Sukarno itu juga menyebut tudingan soal PKI dilontarkan kepada Presiden Joko Widodo karena berasal dari PDIP. Megawati tampak kesal dan berapi-api ketika membicarakan masalah ini.

"Sampai pak Jokowi pun, kasian lho. (Isu) Jokowi itu PKI, orangtuanya cino. Lha orang saya kenal sama ibunya. Piye lho. Bayangkan lho, dapat begituan terus nggak berharga bapak saya itu," ucapnya.

Megawati lalu meminta kepada para kader PDIP untuk bertindak mana kala ada serangan isu soal PKI. Presiden RI ke-5 itu meminta kepada para lawan politik untuk bermain adil dan mengedepankan etika dalam bertanding, baik dalam pilkada atau pemilu.

"Maka kalau PDIP itu kamu tolong dong, berani! Jelas-jelas namanya beda. Saya sampai geregetan. Siapa sih yang mainin?" tukas Megawati.

"Maka saya katakan politisi, tapi jantan lah, jangan cengeng gitu. Ini republik apa? Republik Indonesia. Untuk apa sih Indonesia," sambungnya.

Megawati lalu kembali menyambung soal Jokowi. Dia menyebut setiap orang yang akan menjadi presiden pasti akan diperiksa terlebih dahulu riwayatnya.

"Presiden itu diperiksa biodatanya, apakah pernah mengikuti hal-hal terlarang. Dari partai bermasalah atau tidak. Dari mana saya tahu? saya juga pernah diperiksa. Jadi berpolitik lah yang bagus," tutup Megawati.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat