Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
PKS: Fahri Hamzah Putus Asa Tak Jadi Bakal Caleg Lagi
Jumat, 05 Januari 2018 - 09:55:58 WIB
Fahri Hamzah

SULUHRIAU, Jakarta- Fahri Hamzah kembali menyerang pimpinan PKS dan mengajak kader muda partai tersebut untuk melakukan perlawanan. PKS menyebut langkah Fahri merupakan bentuk keputusasaan.

"Fahri seperti hari ini, kehebatan yang diakuinya itu berkat dan didikan pembinaan PKS. Harusnya terimakasih dengan PKS, sebelum di PKS, dia bukan siapa-siapa. Karena dia PKS, dia baru dikenal, Fahri sebagai wakil ketua DPR. Sebelum jadi anggota PKS, baik setelah dipecat atau mundur, dia itu besar karena PKS," ujar Kepala Departemen Hukum dan HAM PKS, Zainuddin Paru dilansir detik.com, Jumat (5/1/2017).

Dalam kritikannya, Fahri menyebut PKS menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis. Zainuddin membantahnya dan menyebut kepemimpinan di PKS sangat terbuka, namun semua kader partai harus patuh kepada kebijakan partai.

"DI PKS itu amat sangat terbuka, dan memberi kebebasan ke semua orang, baik dari pengurus pusat, wilayah, daerah, kader tingkat terkecil dan anggota biasa boleh bicara untuk berpendapat, menyampaikan kritik dan saran terhadap suatu hal yang masih dalam proses diskusi, selama tidak menyalahi akhlak dan moral atau hal-hal tidak baik," jelasnya.

"Ketika suatu hal sudah diputuskan, kalau kami musyawarah syuro, walau di awal tidak setuju dia harus tunduk dengan keputusasaan itu. Tidak ada istilah diktator dan arogan. Dibuka ruang seluas-luasnya, sampai pada waktunya mengambil keputusan. Setiap keputusan yang diambil sudah merupakan konsensus dan semua kader baik pengurus atau anggota biasa, dia ikut dengan keputusan itu," imbuhnya.

Fahri pun menyinggung soal kader PKS yang menjadi koruptor namun tidak dipecat dari partai. Sementara dia yang mengkritik justru dipecat. Menanggapi soal statemen Fahri itu, Zainuddin menilai itu bentuk keputusasaan. Sebab PKS yang telah memecat Fahri tidak memasukkannya kembali sebagai bakal caleg untuk Pemilu 2019.

"Itu kan bagian dari keputusasaan dari Fahri karena sudah dipecat, apalagi kesempatan untuk menjadi calon anggota DPR sudah tidak ada lagi. Daftar pencalonan anggota dewan sudah dilaunching oleh hampir semua partai, termasuk PKS, dan tidak ada nama Fahri dari PKS," terang Zainuddin.

"Bacaleg sudah dilaunching oleh DPP akhir November atau awal Desember lalu, nama Fahri tak ada. Posisinya sudah di luar PKS, jangan lagi urus internal PKS. PKS akan tetap hidup, ruh besarnya PKS ada di kader yang tulus, yang tidak mengumbar amarah, kebencian, dan membuka aib," sambung dia.

Zainuddin juga membantah PKS tidak bertindak tegas terhadap kadernya yang korupsi. Namun menurutnya, keputusan tersebut oleh PKS tidak pernah disampaikan kepada publik untuk menjaga nama baik.

"Bahwa tuduhan oleh FH terhadap anggota PKS yang korupsi ataupun masalah lainnya, sudah pasti mereka mendapatkan sanksi yang setimpal. Tapi semua keputusan itu, tidak oleh PKS tidak pernah disampaikan kepada publik. Itu semua semata-mata untuk menjaga nama baik yang bersangkutan dan kemaslahatan bersama," papar Zainuddin.

Ini disebutnya sama seperti pemecatan Fahri dari PKS. Zainuddin mengatakan justru Fahri sendiri yang mengungkap soal pemecatannya dari PKS.

"Termasuk pemecatan terhadap FH sendiri. Awalnya DPP PKS menyimpan rapat di internal PKS saja. Justru FH sendiri yang buka ke publik," kata dia.

Zainuddin pun meminta Fahri untuk tidak saling menyerang dengan para pimpinan PKS. Meski PKS sudah memecat Fahri, hingga saat ini Wakil Ketua DPR tersebut masih melawan di jalur hukum atas pemecatannya dari partai dan keputusan belum inkrah.

"Kami kirimkan doa, mudah-mudahan Fahri khusnul khatimah, akhir atau ending yang baik, walau tidak lagi bersama PKS. Jadi makanya saya mulai dengan baik. Walau sudah tidak di PKS, jangan saling menyakiti, engkau di sana kami di sini, jangan saling menyakiti," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menyebut PKS menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis. Dia lalu mengajak para kader muda PKS untuk melakukan perlawanan.

"Saya lawan ini, mengajak anak muda di partai ini. Janganlah model kepemimpinan seperti ini dibiarkan, berbahaya!" kata Fahri saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat