Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Sosial Budaya
Ustaz Abdul Somad, Pendakwah Lantang di Pusaran Provokasi
Jumat, 29 Desember 2017 - 10:29:18 WIB

SULUHRIAU- Sesosok pria tinggi besar muncul dari balik pintu lift di lantai 2 Gedung Sarana Jaya, Jakarta, pada Kamis (28/12) pukul 11.05 WIB.
Dibantu barisan simpatisan Front Pembela Islam, ia membelah kerumunan manusia. Di belakangnya, muncul sosok yang dinanti, Ustaz Abdul Somad (40). Lantunan salawat pun berkumandang.

Somad langsung masuk ke aula yang tak terlalu besar untuk berceramah bertajuk Islam sebagai Solusi Menjawab Problematika Ummat. Ini merupakan bagian dari rangkaian safari dakwahnya pada 28-29 Desember. Ketatnya penjagaan membuat warga yang hendak berswafoto dan pewarta yang bermaksud mewawancarainya pun gagal.

Lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, ini langsung tancap gas membagikan ilmunya kepada para jemaah. Secara garis besar, ia menceritakan ada tiga masalah utama umat, yaitu kemanusiaan, perbedaan keyakinan, dan hawa nafsu. Ia menjelaskan dengan ringan bahwa Islam ditakdirkan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Ratusan anggota jemaah yang sudah dibuat menunggu berjam-jam, karena jadwal ceramahnya adalah pukul 09.00 WIB, mampu dibuat menikmati kajian tersebut. Tak jarang, Somad, yang ketika itu berkostum kemeja putih panjang, serban hijau, dan peci hitam, menyelipkan humor.

Misalnya, saat seorang jemaah bertanya kepada Somad. Ia mengaku gundah karena baru saja melakukan pendekatan atau ta'aruf dengan seorang perempuan penghafal Alquran. Masalahnya, dirinya bukan penghafal Alquran. Ada ketakutan bahwa dirinya tidak bisa menjadi imam yang baik bagi perempuan tersebut.

"Kalau kamu pusing, ya buat saya saja," Somad berseloroh, disambut gelak tawa jemaah. Namun demikian, ia tetap melanjutkannya dengan penjelasan yang detail dari sisi agama.

Selain itu, candaannya muncul ketika ia bicara soal kesombongan. Somad pun menyarankan jemaah untuk sering bertaubat kepada Sang Pencipta.

"Taubatlah engkau. Tapi jangan taubat mengundang Ustaz Somad," ucapnya.

Di mata jemaah, Somad dikenal sebagai pendakwah yang humoris. Gaya humorisnya pun menular kepada sikapnya dalam memandang suatu masalah. Dia selalu santai menanggapi persoalan.

Hal itu terlihat dari pandangan Somad yang tak mau ambil pusing terhadap dua penolakan terhadap dirinya saat hendak berceramah di penghujung 2017. Pertama, penolakan di Bali. Pada Jumat (8/12), Hotel Aston, Denpasar, tempatnya menginap, didatangi oleh sejumlah orang, sembari mengeluarkan sejumlah tudingan anti-NKRI kepadanya.

Hal itu disebut tak lepas dari cuitan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali Arya Wedakarna yang dianggap provokatif. Anggota Fraksi-PKB di DPR Lukman Edy mengadukannya ke Badan Kehormatan (BK) DPD. Kuasa hukum Abdul Somad, Kapitra Ampera, mengadukan tindak persekusi itu ke Komnas HAM.

Kedua, penolakan di Hong Kong, pada Sabtu (23/12). Somad ditolak otoritas Hong Kong saat hendak memberi ceramah kepada TKI. Kontroversi menyebar di medsos. Ada akun yang mencibirnya, banyak pula yang membelanya mati-matian.

Saat pihak lain sibuk membelanya, lalu bagaimana Somad menyikapi penolakan-penolakan itu?

Ustaz lulusan Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko, ini tak hirau dengan hujatan kepadanya. Menurut Somad, masih banyak hal yang bisa diurus ketimbang membalas caci-maki. Ia tidak ingin menghabiskan energi untuk hal semacam itu. Baginya, musuh sebenarnya adalah kebodohan dan kemiskinan.

Ia pun meminta jemaah untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW saat dihina orang lain. "Saya cuma minta, Ya Allah, berikanlah mereka hidayah. Berikanlah anak cucu mereka menjadi golongan yang mengagungkan-Mu," ucapnya.

Dalam hal penolakan dari otoritas Hong Kong, ia cuma mengklarifikasi melalui fanpage-nya di facebook dengan netral, dan menyebutkan bahwa tidak ada penjelasan resmi dari otoritas soal sebab penolakan terhadapnya itu.

"Sebagai warga negara yang taat, saya kembali. Saya sudah serahkan semuanya ke Pemerintah," aku Somad.

Somad, yang juga penulis buku 99 Pertanyaan Seputar Sholat, mengaku sedang berfokus menggalang bantuan pembangunan masjid, musala, dan sekolah Al-Quran di berbagai daerah pedalaman di Indonesia. "Saya sibuk berdakwah saja," akunya.

Hal ini sejalan dengan imbauan dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi. Bahwa, Somad sebaiknya tak terprovokasi dengan penolakan tersebut. "Semoga beliau sabar dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Menurut Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Ahmad Zakiyuddin, dikutip dari Antara, Somad memang merupakan tokoh Islam yang ramah dan damai, bukan sosok radikal yang patut ditakuti oleh negara manapun.

Sumber: CNNIndoenesia.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat