Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Nyamuk Ternyata Selektif Pilih Korban Untuk Digigit
Senin, 04 Desember 2017 - 09:18:56 WIB

SULUHRIAU- Sebagian orang mungkin akan merasa sangat terganggu dan kesal dengan nyamuk. Sementara orang-orang di sekitarnya bisa bersantai tanpa sibuk menggaruk dan mengejar dan menepuk serangga kecil ini.

Mengapa makhluk penghisap darah ini selektif memilih siapa yang mereka gigit?

Diperkirakan ada lebih dari 400 senyawa kimia pada kulit manusia yang bisa berperan dalam memicu ketertarikan nyamuk untuk menghinggapi dan menghisap darah seseorang dan ada banyak jawaban yang berbeda.

Untuk mempersempitnya, ABC menghadirkan seorang pakar nyamuk, Dr Cameron Webb, seorang dosen klinis di University of Sydney dan Kepala Ilmuwan Rumah Sakit pada Department of Medical Entomologi di Lembaga Patologi Kesehatan, negara bagian New South Wales (NSW).

Apa yang menarik nyamuk?

Menurut Dr Cameron Webb, pertama kita perlu memahami bahwa ratusan spesies nyamuk tertarik pada hal-hal yang berbeda pada jarak tertentu dari Anda.

"Tapi hanya betina yang menggigit manusia, karena mereka membutuhkan nutrisi untuk mengembangkan telur," katanya.

Jadi, apa yang membuatmu begitu menarik bagi para nyamuk betina ini?

Semuanya dimulai dengan karbon dioksida yang kita lepaskan.

"Sebagai penarik jarak jauh, nyamuk bisa mencium bau karbon dioksida yang kita hirup, dan jika Anda memikirkannya, itulah satu denominator umum di kalangan hewan berdarah panas - entah itu burung, sapi atau kanguru," katanya.

Begitu dia mendekat, nyamuk akan merespons bau kulit dari suatu sumber darah potensial, dan apakah penyumbang terbesar untuk pelepasan karbon dioksida itu? Keringat.

"Penelitian asam laktat dalam keringat menunjukkan bahwa itu adalah penarik utama bagi nyamuk, terutama untuk spesies yang menggigit manusia," kata Dr. Cameron Webb.

Tapi bagaimana bila Anda tidak berkeringat?

Meskipun berkeringat bisa meningkatkan keinginan terhadap anda bagi seekor nyamuk, namun mandi saja tidak akan mencegah Anda untuk digigit nyamuk.

Ada banyak faktor, termasuk bakteri pada kulit Anda, yang membuat Anda berbau berbeda yang menarik nyamuk tertentu.

"Ini seperti pergi ke bar dan memilih antara koktail yang berbeda, beberapa seperti margarita ketimbang mojito," katanya.

Apa yang bisa kamu lakukan?

Selain menggunakan lotion penolak, tidak banyak yang bisa dilakukan sayangnya. Artinya, kecuali jika Anda bersedia meluangkan waktu dan melakukan eksperimen sendiri.

"Jika Anda bisa mengisolasi suatu zat, atau campuran zat-zat, yang bisa membantu anda menemukan daya tarik yang sempurna untuk digunakan dalam perangkap nyamuk. Anda kemudian bisa mengucapkan selamat tinggal pada alat pengusir serangga tropikal sama sekali!" dia berkata.

Namun selama belum ada waktu luang, anda bisa mengenakan pakaian longgar dan jika berada di luar rumah, gunakan kelambu nyamuk.

Dr Cameron Webb mengatakan tidak ada bukti di mana pun yang membuktikan ada sesuatu yang bisa Anda makan atau minum yang dapat menghentikan anda untuk digigit nyamuk.
"Tidak, bahkan tidak dengan memakan bawang putih, atau menelan suplemen vitamin B," katanya.

Anda mungkin ingin memikirkan kembali cerita-cerita istri di zaman dahulu kala yang dikisahkan nenek Anda pada Anda saat makan malam.

Apakah orang lain benar-benar lolos tidak digigit nyamuk?

Jika beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak digigit nyamuk, mungkin karena mereka memiliki reaksi yang kecil terhadap gigitan nyamuk tersebut. "Ketika seekor nyamuk menemukan orang atau hewan untuk digigit, dia akan menyuntikkan air liur dan kita semua bereaksi terhadap air liur itu secara berbeda, dengan cara yang sama kita bereaksi terhadap alergen kimia atau makanan," kata Dr. Webb.

"Orang yang tidak bereaksi buruk mungkin mengira mereka belum pernah digigit sebanyak teman mereka, tapi sebenarnya mereka benar-benar sudah digigit dan terkena air liur nyamuk juga."

Pesan

Rasa berpuas diri ini bisa menjadi masalah dalam penyebaran penyakit seperti demam malaria dan Ross River.

"Bahkan jika Anda tidak menganggap Anda bukan magnet bagi nyamuk, Anda masih perlu melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari gigitan serangga ini, terutama saat Anda berada di luar rumah selama musim panas," kata Dr. Webb.

Sumber: detik.com



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat