Selasa, 23 Juli 2024
Bupati Natuna Hadiri Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi DPRD Terhadap Ranperda TA 2024 | Potret Kota Gosong di Bangladesh Dibakar karena Kuota PNS, Gedung-Mobil-JPO Hangus | Polres Kampar Ringkus Pelaku Narkoba di Kelurahan Langgini | Kabel Fiber Optik Melintang di Pekanbaru Makan Korban, Jerat Leher Seorang Perempuan | Wardan Dicopot dari Ketua DPD Golkar Inhil, Karena Imbas Ini? | Ini Tampang Pelaku Curanmor yang Meresahkan Warga Siak Hulu Dibekuk Polisi
 
Daerah
Bengkalis Bangun Jalan Lingkar dengan Anggaran Multiyears

Daerah - - Rabu, 15/11/2017 - 18:35:19 WIB

SULUHRIAU, Bengkalis- Pemkab Bengkalis membangun jalan lingkar melalui anggaran  multi years (MY) atau tahun jamak tahun 2018-2021 pada tujuh titik.

Jalan dibangun yakni peningkatan jalan Ketam Putih-Sekodi senilai Rp173,5 miliar dan jalan Muntai-Bantan Air senilai Rp388 miliar.

Adapun kawasan yang akan terkena program MY di Kecamatan Bengkalis untuk jalan Ketam Putih-Sekodi, meliputi Desa Ketam Putih, Sungai Batang, Kelemantan Barat, Kelemantan, Palkun dan Desa Sekodi.

Adapun panjang jalan program MY untuk Ketam Putih-Sekodi ini sekitar 11 kilometer (Km) dengan lebar 6 meter dan tebal sekitar 25 centi meter (Cm). Artinya, setiap meter persegi pembangunan jalan Ketam Putih-Sekodi ini membutuhkan dana sekitar Rp2,63 juta.

Untuk program MY di Kecamatan Bantan, yakni jalan Muntai-Bantan Air sepanjang 16 Km, yang bakal melintasi Bantan Sari, Bantan Timur, Bantan Air, Muntai Barat dan Muntai.

Karena terbatasan anggaran, untuk jalan Teluk Lancar dan Kembung Luar Kecamatan Bantan, tidak masuk dalam program MY.

Meskipun demikian, Dinas PUPR tetap mengalokasikan anggaran reguler untuk peningkatan dan pembangunan jalan serta perawatan, sehingga ruas jalan antara Ketam Putih-Kembung Luar bisa dilewati masyarakat dengan nyaman.

“Kami berharap masyarakat untuk lebih bersabar. Mengingat pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di Kabupaten Bengkalis membutuhkan anggaran cukup besar,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penanataan Ruang (PUPR) melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, H Ngawidi, Rabu kemarin, 14 November 2017.

Penjelasan ini disampaikannya menanggapi keluhan Surono, warga Desa Palkun sebagaimana dipublikasikan harian Riau Pos, kemarin.

“Jalan ini dibangun kalau tidak salah saya pada zaman pemerintahan Bupati Syamsurizal. Namun baru tahun kemarin (di masa kepemimpinan Bupati Amril Mukminin), sedikit dilakukan penimpunan,” jelas Surono.

Masih mengutip Riau Pos, jalan yang dikeluhkan Surono itu mulai dari Desa Batang menuju Sekodi yang pada tahun 2018 mendatang akan ditingkatkan melalui program MY sebagaimana dikemukakan Ngawidi. [las]





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved