Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Advertorial
Advertorial Pelalawan
Keunikan Gelombang Bono Destinasi Wisata Alam Nan Langka yang Mendunia
Selasa, 14 November 2017 - 08:02:34 WIB
Bupati Pelalawan HM Harris, raih penghargaan

SULUHRIAU, Pelalawan- Objek wisata Bono di Desa Teluk Meranti, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, kini bukan hanya jadi destinasi wisata lokal, tetapi manca negara yang sudah mendunia.

Ombak Bono atau gelombang Bono terjadi akibat pasang laut masuk ke sungai atau muara yang sempit berbentuk corong. Energi pasang laut menciptakan ombak tinggi di sungai dan dapat berjalan sepanjang 40 kilometer. Tinggi gelombang bono tergantung musim, terutama saat menjelang purnama.

Bono merupakan gelombang sungai terbaik dari lima lokasi di dunia. Nomor dua berada di Sungai Qiantang yang membelah Provinsi Haining, China, yang diberi sebutan Naga Perak. Lalu di Sungai Araguari, Apama, Brasil; Gloucertershire di Inggris; dan Cook Inlet di Alaska, Amerika Serikat (AS).

Kini untuk menjangkau wisata ini sudah sangat mudah. Dari sisi georafis, daerah kebaradaan ombak Bono, yakni Kabupaten Pelalawan hanya berjarak sekitar 60 Kilometer ini dapat ditempuh sekitar 1,5 Jam perjalanan darat dari ibukota Provinsi Riau.

Sejak Pelalawan terbentuk menjadi daerah otonomi 1999 terus berbenah. Melalui kepemimpinan Bupati HM Harris, berbagai sektor pembangun terus digesa dengan tujuh program andalan yakni Pelalawan Cerdas, Pelalawan Sehat, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK), Pelalawan Makmur melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan, Pelalawan Eksotis melalui Pengembangan Objek Wisata Bono, dan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan.


Bersilancar di gelombang Bono

Di sektor wisata ini, atau yang dikenal Pelalawan Eksotis, Pemkab Pelalawan menjadi objek wisata Bono menjadi primadona, selain objek wisata lainnya seperti Istana Sayap Pelalawan, Tugu Equator di Pangkalan Lesung, Pusat Budaya Petalangan di Betung, Taman Nasional Tesso Nilo di Ukui, serta pemandian air panas di Pangkalan Lesung, objek wisata Danau Tajwid atau Kajuid yang berlokasi di Kecamatan Langgam dan lain-lainnya.

Gelombong Bono menjadi target pengembangan karena memang wisata ini mempunyai satu keunikan yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia juga di dunia. Selain itu juga Gelombang Bono atau yang lazim disebut Bekudo Bono oleh warga masyarakat tempatan ini diduga juga mempunyai unsur magis dengan mempunyai 7 tingkat gelombang. "Seven Ghost," ujar peselancar top dunia saat menjajal kemampuannya di Gelombong Bono Sungai Kampar setiap tahunnya.

Melihat hal tersebut tentunya Pemerintah Kabupaten Pelalawan mulai memikirkan untuk dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara agar dapat berkunjung sekaligus menyaksikan kemolekan dan keindahan fenomena yang terjadi di alur sungai ini.

Dengan ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan gelombang bono dimulai dari dalam negeri hingga ke mancanegara. Setiap ada kesempatan gelombang bono tetap menjadi prioritas pemerintah untuk ditawarkan.

Salah satu cara promosi yang dilakukan pemerintah kabupaten pelalawan dengan secara berkala menggelar even seni dan budaya guna menambah daya tarik pengunjung. Promosi yang setiap tahun dilaksanakan disaat pasang mati, dimana air laut naik menuju daratan terjadi saat bulan-bulan November dan Desember adalah dengan menggelar “Bekudo Bono”.

Acara ini meramu sejumlah kegiatan dengan ikon wisata seperti menampilkan seni dan budaya kabupaten/kota Se-Provinsi Riau, kemudian acara lomba mancing dan tentu saja lomba berselancar dengan berbagai kategori, baik tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, ada juga lomba fotografi yang diharapkan menghasilkan momen-momen eksotik dari gelombang bono nan asri dan memukau.

Related image
Indiahnya Ombak Bono

Dengan segala usaha ini akhirnya wisata gelombang bono mendapat pengakuan dari pemerintah pusat dengan masuknya wisata bono menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang mendapat prioritas pengembangan dan promosi keseluruh mancanegara.

Hal ini dibuktikan dengan menerimanya Bupati HM Harris sebuah penghargaan dalam promosi dan pengelolaan objek wisata dari pemerintah pusat berupa penghargaan Citra Pesona Award 2013 yang termasuk dalam 10 besar terbaik pengelolaan objek wisatanya di seluruh Indonesia. "Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mewujudkan target-target tersebut tanpa dukungan semua pihak," ujar Bupati HM Harris dir uang kerjanya belum lama ini. [Sr/Ton/Advertorial]



 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat