Terlambat Sampaikan Data,
Pemko Pekanbaru Gagal Dapat Program Pasang 10.000 Sambungan Gas Tahun Ini
Kamis, 09 November 2017 - 16:52:02 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Program pemasangan 10.000 sambungan gas yang sedianya didapat Pemko Pekanbaru tahun 2017 ini dikabarkan gagal.
Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, tidak jadinya Pemko Pekanbaru mendapatkan program ini, karena terlambat memasukan data ke pusat melalui Kementerian ESDM dan pihak perusahaan Gas Nasional.
Pada awalnya, melalui program ini Pemko Pekanbaru direncanakan akan mendapat 10.000
sambungan gas rumah di wilayah Kecamatan Senapelan, Sukajadi dan Marpoyan Damai.
Dalam hal ini bukan hanya Pemko Pekanbaru saja yang dapat, ada daerah di Jambi dan salah satu daerah di Sumut. Daerah di Jambi dikabarkan jadi dapat program ini.
Namun, setelah Wakil Walikota Pekanbaru dan Kabag Ekonomi ke pusat membawa data yang sudah dimasukkan dari kelurahan di tiga kecamatan (Sukajadi, Senapelan dan Marpoyan Damai-red) sudah terlambat.
Padahal program ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, dimana berdasarkan
program pusat itu, ada tiga sasaran masyarakat yang mendapat sambungan gas ini, yakni
masyarakat kecil (R1), masyarakat menengah (R2) dan masyarakat mampu/badan usaha
R3).
Saat dikofirmasi ke Kabag Ekonomi Pemko Pekanbaru Laksmi Fitriana, enggan
berkomentar.
Sementara itu, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dikonfrimasi hal ini, membantah disebut gagal. Menurutnya bukan gagal, tetapi informasi dari pusat katanya
program sudah dialihkan ke bantuan BBM dan Fasilitas Nelayan. Pemko Pekanbarupun dimintai data untuk program ini oleh pusat.
Namun, kata Walikota, nelayan nyaris tidak ada Pekanbaru ini, kalaupun ada hanya hitungan puluhan saja, itupun belum tentu juga terjaring masuk dalam kategori mendapat bantuan ini. "Ya, soal kita belum dapat bantuan sambungan gas rumah itu di bilang kecewa, ya kecewa," kata Wawako, Kamis (9/11/2017).
Saat ditanya apakah akan diambil program bantuan nelayan ini? Wawako mengatakan,
karena ini kita diminta sebaiknya memang diambil, cuma data nelayannya harus clear
dulu. "Ya mestinya kita ambil," pungkasnya. [chr]
Komentar Anda :