Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Trenggiling di Sumatera Terus Diburu, Simak Alasannya
Kamis, 02 November 2017 - 09:51:52 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Dalam dua pekan terakhir kasus rencana penyelundupan trenggiling terungkap di Riau. Lantas apa penyebabnya satwa itu terus diburu?

"Inikan tentunya tidak terlepas dari adanya permintaan dari luar negeri. Sepanjang permintaan masih ada, sepanjang itu perburuan satwa liar masih terus berlangsung," kata juru bicara WWF Riau, Syamsidar Kamis (2/11/2017).

Menurut Syamsidar wilayah Sumatera pada umumnya merupakan tempat penyebaran trenggiling. Termasuk juga di sejumlah kawasan hutan di Riau.

Adanya mafia perdagangan satwa jaringan internasional, kata Syamsidar, membuka mata rantai perdagangan di Indonesia. Riau misalnya, perburuan liar tidak hanya terjadi untuk jenis trenggiling saja. Namun gading gajah, harimau juga tak luput dari incaran perburuan liar.

"Trenggiling memang banyak terdapat di Riau. Sepanjang ada yang meminta dari luar negeri, tentunya ini juga menjadi lapangan pekerjaan tersendiri buat masyarakat kelas bawah," kata Syamsidar.

Lantas untuk apa sebenarnya trenggiling itu?

"Pertama dagingnya mungkin untuk dimakan. Tetapi isu paling santer itu adalah trenggiling dijadikan racikan obat tradisional di China," kata Syamsidar.

Kalaupun selama ini disebutkan akan diselundupkan ke Malaysia, menurut Syamsidar, itu hanya transit semata. Nantinya dari jaringan mafia satwa yang menampung di Malaysia akan menjual kembali ke jaringan mafia satwa liar di China.

"Inilah salah satu mengapa perburuan liar terus terjadi karena masih tingginya permintaan dari pasar gelap internasional," kata Syamsidar.

Selain trenggiling akan dijadikan obat tradisional, kata Syamsidar, malah isunya sisiknya konon bisa dijadikan ramuan untuk bahan-bahan narkoba.

"Isunya trenggiling ini bisa untuk campuran narkoba. Tapi tentunya isu tersebut juga harus diteliti terlebih dahulu kebenarannya," kata Syamsidar, dilansir dari detik.com.

Sebagaimana diketahui, dua pekan terakhir pihak aparat menggagalkan penyelundupan trenggiling ke Malaysia. Pertama pihak TNI AL Dumai menangkap kapal yang membawa 102 trenggiling di perairan Bengkalis Riau. Dalam kasus ini dua orang dijadikan tersangka.

Tak lama kemudian, Polda Riau mengamankan 70 ekor trenggiling dari dua orang tersangka. Dari dua kasus penangkapan ini, ternyata masih memiliki satu jaringan mafia yang sama.

Mereka sudah ditunggu di jalur pelayaran internasional di Selat Malaka. Harga yang mereka jual di tengah laut bisa menembus harga Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per kg, sedangkan mereka beli dari warga Rp 30 ribu per kg. [dtc,jan]




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat