Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Trenggiling di Sumatera Terus Diburu, Simak Alasannya
Kamis, 02 November 2017 - 09:51:52 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Dalam dua pekan terakhir kasus rencana penyelundupan trenggiling terungkap di Riau. Lantas apa penyebabnya satwa itu terus diburu?

"Inikan tentunya tidak terlepas dari adanya permintaan dari luar negeri. Sepanjang permintaan masih ada, sepanjang itu perburuan satwa liar masih terus berlangsung," kata juru bicara WWF Riau, Syamsidar Kamis (2/11/2017).

Menurut Syamsidar wilayah Sumatera pada umumnya merupakan tempat penyebaran trenggiling. Termasuk juga di sejumlah kawasan hutan di Riau.

Adanya mafia perdagangan satwa jaringan internasional, kata Syamsidar, membuka mata rantai perdagangan di Indonesia. Riau misalnya, perburuan liar tidak hanya terjadi untuk jenis trenggiling saja. Namun gading gajah, harimau juga tak luput dari incaran perburuan liar.

"Trenggiling memang banyak terdapat di Riau. Sepanjang ada yang meminta dari luar negeri, tentunya ini juga menjadi lapangan pekerjaan tersendiri buat masyarakat kelas bawah," kata Syamsidar.

Lantas untuk apa sebenarnya trenggiling itu?

"Pertama dagingnya mungkin untuk dimakan. Tetapi isu paling santer itu adalah trenggiling dijadikan racikan obat tradisional di China," kata Syamsidar.

Kalaupun selama ini disebutkan akan diselundupkan ke Malaysia, menurut Syamsidar, itu hanya transit semata. Nantinya dari jaringan mafia satwa yang menampung di Malaysia akan menjual kembali ke jaringan mafia satwa liar di China.

"Inilah salah satu mengapa perburuan liar terus terjadi karena masih tingginya permintaan dari pasar gelap internasional," kata Syamsidar.

Selain trenggiling akan dijadikan obat tradisional, kata Syamsidar, malah isunya sisiknya konon bisa dijadikan ramuan untuk bahan-bahan narkoba.

"Isunya trenggiling ini bisa untuk campuran narkoba. Tapi tentunya isu tersebut juga harus diteliti terlebih dahulu kebenarannya," kata Syamsidar, dilansir dari detik.com.

Sebagaimana diketahui, dua pekan terakhir pihak aparat menggagalkan penyelundupan trenggiling ke Malaysia. Pertama pihak TNI AL Dumai menangkap kapal yang membawa 102 trenggiling di perairan Bengkalis Riau. Dalam kasus ini dua orang dijadikan tersangka.

Tak lama kemudian, Polda Riau mengamankan 70 ekor trenggiling dari dua orang tersangka. Dari dua kasus penangkapan ini, ternyata masih memiliki satu jaringan mafia yang sama.

Mereka sudah ditunggu di jalur pelayaran internasional di Selat Malaka. Harga yang mereka jual di tengah laut bisa menembus harga Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per kg, sedangkan mereka beli dari warga Rp 30 ribu per kg. [dtc,jan]




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat