Senin, 17 Agustus 2026 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
 
 
☰ Peristiwa
Kesepakatan HAM-Pemkab & Tokoh Masyarakat
Kasus Meranti Berdarah Disepakati Ditutup
Rabu, 01 November 2017 - 17:02:24 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) RI akan menutup kasus laporan Meranti berdarah yang terjadi tanggal 25 Agustus 2016 silam.

Kesimpulan itu diambil diambil setelah didapati kata sepakat antara Pemkab Meranti, dengan para tokoh agama dan tokoh adat terkait hal tersebut dalam pertemuan yang dilangsungkan di ruang Melati, kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (1/112017).

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, Asisten I Bidang Pemerintahan Jonizar, Komisioner Komnas HAM Johan Efendi bersama Staf Fungsi Pemantauan Aktifitas HAM, Dewi, Ana, Dian, Asep dari FKUB Meranti, H. Ridwan Hasan dari LAM, Ketua MUI Mustafa, Anggota DPRD H. Zubiarsyah, Anggota DPRD Ardiansyah, Kabag Hukum Sudandri, Kabag Tata Pemerintahan Eri Suhairy, serta para anggota paguyuban dan tokoh masyarakat lainnya.

Pada kesempatan itu, perwakilan Komnas HAM yang dipimpin Johan Efendi sengaja datang dan menggelar pertemuan dengan Pemkab. Meranti yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, serta para tokoh masyarakat/agama/adat untuk melihat dan mendengarkan langsung keterangan terkait kasus Meranti berdarah yang terjadi kurang lebih setahun yang lalu.

Diawali dengan keterangan dari Wakil Bupati H. Said Hasyim yang menjelaskan bahwa kasus Meranti berdarah yang terjadi setahun lalu telah selesai bahkan terselip hikmah dibalik itu semua dan banyak pelajaran yang didapat masyarakat, pemerintah maupun para tokoh masyarakat untuk menjadikan Meranti lebih baik lagi kedepan.

Salah satu yang dirasakan saat ini adalah semakin eratnya hubungan silahturahmi antara aparat kepolisian dengan masyarakat yang dibuktikan semakin intensnya komunikasi dalam membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ketertiban masyarakat.

Suasana semakin kondusif berkat dilakukannya pendekatan persuasif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan Pemerintah Daerah kepada keluarga korban. Pemda sendiri diakui Wabup selalu memberi suport kepada keluarga korban seperti memperkerjakan adik almarhum Apri Adi Pratama menjadi pegawai honorer Pemda menggantikan abangnya, begitu juga istri almarhum Is Rusli yang diangkat menjadi honorer Pemda untuk membantu ekonomi keluarga.

Ditambahkan Wakil Bupati H. Said Hasyim, sesungguhnya sejak dahulu Selatpanjang yang dihuni oleh masyarakat multy etnis hidup berdampingan dengan rukun dan damai dalam keberagaman.

Pernyataan Wakil Bupati, diperkuat oleh pernyataan anggota DPRD Meranti Ardiansyah, menurut Ardiansyah sejak dilakukannya pendekatan baik oleh kepolisian maupun Pemda kepada pihak keluarga tidak ada lagi gejolak.

"Hingga saat ini tidak ada lagi hal yang dapat menimbulkan gejolak dan semua masalah telah dapat diselesaikan lewat musyawarah dan kekeluargaan," ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh perwakilan FKUB Asep, menurutnya kejadian Meranti berdarah telah membuat hubungan kepolisian dan masyarakat semakin erat bahkan pihak Mapolres Meranti setiap hari mewajibkan anggotanya menggelar sholat subuh keliling (Suling) dari masjid ke masjid. Melalui kegiatan itu aparat kepolisian berbaur dengan masyarakat seantero Selatpanjang dengan aman dan damai.

"Saya mewakili suku suku yang ada (10 suku) menyatakan setelah kejadian iru hingga saat jni tidak ada masalah lagi masyarakat dapat hidup dengan aman dan tentram," paparnya.

Begitu juga dikatakan H. Ridwan Hasan dari Lembaga Adat Melayu, dijelaskannya melalui kebulatan tekat dan musyawarah dari para tokoh telah berhasil mencibtakan kondisi yang aman dan kondusif di Meranti sampai saat ini. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan semua perayaan dan hari besar  berjalan dengan aman dan lancar.

Ketua MUI Mustafa S.Ag juga menegaskan semua masalah sudah terselesaikan dan apa yang diutarakan oleh para tokoh adat, agama serta Pemkab. Meranti merupakan fakta.

"Kondisi saat ini sudah solid, kesimpulannya masalah sudah jernih dan samakin menjernih kita berharap kondisi yang sudah baik ini jangan sampai kebali buruk, akibat ulah oknum lainnya yang ingin memperkeruh keadaan. Kita sepakat kejadian itu adalah cobaan yang dapat diambil hikmahnya," jelas Kegua MUI.

Setelah mendengarkan keterangan dari Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, dan para tokoh agama, adat serta masyarakat. Akhirnya Komnas HAM menarik kesimpulan masalah Meranti berdarah telah tuntas dan dapat ditutup.

"Kami melihat ending dari kasus ini sangat baik, dan hasilnya akan kami jadikan sebagai acuan untuk menutup kasus ini," ucap Johan.

Bahkan Komas HAM mengapresiasi semua pihak mulai dari Kepolisian, Pemda, Legislatif serta tokoh masyarakat yang secara bersama-sama telah berhasil menuntaskan kasus Meranti berdarah.

"Ini sebuah contoh penyelesaian kasus yang sangat baik dengan melibatkan semua aspek kehidupan masyarakat, cara ini dapat menjadi contoh penyelesaian kasus kedepan," pungkas Johan Efendi.

Sekedar informasi, dalam pertemuan itu, Wakil Bupati H. Said Hasyim dan para tokoh masyarakat sengaja tidak mengulas masalah hukum yang diberikan terhadap pelaku oknum anggota kepolisian. Hal itu dianggap sudah diselesaikan oleh pengadilan dan internal kepolisian. Seperti diketahui dan marak diberitakan para pelaku telah diberikan sanksi setimpal dengan kesalahan yakni diberhentikan sebagai anggota kepolisian dan harus menjalani hukuman, bahkan para pejabat teras Polres Meranti yang dianggap tidak berhasil memb



 
Berita Lainnya :
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    02 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    03 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    04 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    05 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    06 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    07 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    08 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    09 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    10 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    11 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    12 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    13 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    14 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    15 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    16 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    17 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    18 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    19 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    20 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    21 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    22 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat