Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Kesepakatan HAM-Pemkab & Tokoh Masyarakat
Kasus Meranti Berdarah Disepakati Ditutup
Rabu, 01 November 2017 - 17:02:24 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) RI akan menutup kasus laporan Meranti berdarah yang terjadi tanggal 25 Agustus 2016 silam.

Kesimpulan itu diambil diambil setelah didapati kata sepakat antara Pemkab Meranti, dengan para tokoh agama dan tokoh adat terkait hal tersebut dalam pertemuan yang dilangsungkan di ruang Melati, kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (1/112017).

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, Asisten I Bidang Pemerintahan Jonizar, Komisioner Komnas HAM Johan Efendi bersama Staf Fungsi Pemantauan Aktifitas HAM, Dewi, Ana, Dian, Asep dari FKUB Meranti, H. Ridwan Hasan dari LAM, Ketua MUI Mustafa, Anggota DPRD H. Zubiarsyah, Anggota DPRD Ardiansyah, Kabag Hukum Sudandri, Kabag Tata Pemerintahan Eri Suhairy, serta para anggota paguyuban dan tokoh masyarakat lainnya.

Pada kesempatan itu, perwakilan Komnas HAM yang dipimpin Johan Efendi sengaja datang dan menggelar pertemuan dengan Pemkab. Meranti yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, serta para tokoh masyarakat/agama/adat untuk melihat dan mendengarkan langsung keterangan terkait kasus Meranti berdarah yang terjadi kurang lebih setahun yang lalu.

Diawali dengan keterangan dari Wakil Bupati H. Said Hasyim yang menjelaskan bahwa kasus Meranti berdarah yang terjadi setahun lalu telah selesai bahkan terselip hikmah dibalik itu semua dan banyak pelajaran yang didapat masyarakat, pemerintah maupun para tokoh masyarakat untuk menjadikan Meranti lebih baik lagi kedepan.

Salah satu yang dirasakan saat ini adalah semakin eratnya hubungan silahturahmi antara aparat kepolisian dengan masyarakat yang dibuktikan semakin intensnya komunikasi dalam membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ketertiban masyarakat.

Suasana semakin kondusif berkat dilakukannya pendekatan persuasif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan Pemerintah Daerah kepada keluarga korban. Pemda sendiri diakui Wabup selalu memberi suport kepada keluarga korban seperti memperkerjakan adik almarhum Apri Adi Pratama menjadi pegawai honorer Pemda menggantikan abangnya, begitu juga istri almarhum Is Rusli yang diangkat menjadi honorer Pemda untuk membantu ekonomi keluarga.

Ditambahkan Wakil Bupati H. Said Hasyim, sesungguhnya sejak dahulu Selatpanjang yang dihuni oleh masyarakat multy etnis hidup berdampingan dengan rukun dan damai dalam keberagaman.

Pernyataan Wakil Bupati, diperkuat oleh pernyataan anggota DPRD Meranti Ardiansyah, menurut Ardiansyah sejak dilakukannya pendekatan baik oleh kepolisian maupun Pemda kepada pihak keluarga tidak ada lagi gejolak.

"Hingga saat ini tidak ada lagi hal yang dapat menimbulkan gejolak dan semua masalah telah dapat diselesaikan lewat musyawarah dan kekeluargaan," ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh perwakilan FKUB Asep, menurutnya kejadian Meranti berdarah telah membuat hubungan kepolisian dan masyarakat semakin erat bahkan pihak Mapolres Meranti setiap hari mewajibkan anggotanya menggelar sholat subuh keliling (Suling) dari masjid ke masjid. Melalui kegiatan itu aparat kepolisian berbaur dengan masyarakat seantero Selatpanjang dengan aman dan damai.

"Saya mewakili suku suku yang ada (10 suku) menyatakan setelah kejadian iru hingga saat jni tidak ada masalah lagi masyarakat dapat hidup dengan aman dan tentram," paparnya.

Begitu juga dikatakan H. Ridwan Hasan dari Lembaga Adat Melayu, dijelaskannya melalui kebulatan tekat dan musyawarah dari para tokoh telah berhasil mencibtakan kondisi yang aman dan kondusif di Meranti sampai saat ini. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan semua perayaan dan hari besar  berjalan dengan aman dan lancar.

Ketua MUI Mustafa S.Ag juga menegaskan semua masalah sudah terselesaikan dan apa yang diutarakan oleh para tokoh adat, agama serta Pemkab. Meranti merupakan fakta.

"Kondisi saat ini sudah solid, kesimpulannya masalah sudah jernih dan samakin menjernih kita berharap kondisi yang sudah baik ini jangan sampai kebali buruk, akibat ulah oknum lainnya yang ingin memperkeruh keadaan. Kita sepakat kejadian itu adalah cobaan yang dapat diambil hikmahnya," jelas Kegua MUI.

Setelah mendengarkan keterangan dari Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, dan para tokoh agama, adat serta masyarakat. Akhirnya Komnas HAM menarik kesimpulan masalah Meranti berdarah telah tuntas dan dapat ditutup.

"Kami melihat ending dari kasus ini sangat baik, dan hasilnya akan kami jadikan sebagai acuan untuk menutup kasus ini," ucap Johan.

Bahkan Komas HAM mengapresiasi semua pihak mulai dari Kepolisian, Pemda, Legislatif serta tokoh masyarakat yang secara bersama-sama telah berhasil menuntaskan kasus Meranti berdarah.

"Ini sebuah contoh penyelesaian kasus yang sangat baik dengan melibatkan semua aspek kehidupan masyarakat, cara ini dapat menjadi contoh penyelesaian kasus kedepan," pungkas Johan Efendi.

Sekedar informasi, dalam pertemuan itu, Wakil Bupati H. Said Hasyim dan para tokoh masyarakat sengaja tidak mengulas masalah hukum yang diberikan terhadap pelaku oknum anggota kepolisian. Hal itu dianggap sudah diselesaikan oleh pengadilan dan internal kepolisian. Seperti diketahui dan marak diberitakan para pelaku telah diberikan sanksi setimpal dengan kesalahan yakni diberhentikan sebagai anggota kepolisian dan harus menjalani hukuman, bahkan para pejabat teras Polres Meranti yang dianggap tidak berhasil memb




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat