Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Dokumen AS: Pembunuh Kennedy Sempat Bicara dengan Agen Rusia
Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:02:40 WIB
Selaku pembunuhan John F Kennedy, Lee Harvey Oswald (tengah), ternyata sempat berkomunikasi dengan seorang agen KGB Rusia dua bulan sebelum menjalankan aksinya pada 22 November 1963 silam. (University of North Texas/Handout/File Photo via Reuters)

SULUHRIAU- Satu persatu hasil penyelidikan kematian John F Kennedy terungkap melalui dokumen rahasia yang dirilis Amerika Serikat pada Kamis (26/10/207), salah satunya fakta bahwa pelaku pembunuhan, Lee Harvey Oswald, sempat berbincang dengan agen Rusia dua bulan sebelum beraksi.

Dalam salah satu dokumen rahasia yang dirilis di situs resmi badan Arsip Nasional AS, Badan Pusat Intelijen (CIA) disebut mengetahui Oswald berbicara dengan Valeriy Vladimirovich Kostikov, konsul di Kedutaan Besar Rusia di Meksiko yang ternyata seorang agen Komite Keamanan Negara Rusia (KGB), pada 28 September 1963.

CIA mengetahui fakta ini dari intersepsi telepon antara Oswald dengan Kedutaan Besar Rusia di Mexico City pada 1 Oktober 1963.


"Hal ini diketahui ketika Oswald menelepon Kedutaan Soviet pada 1 Oktober, menyebutkan namanya dan berbicara dengan bahasa Rusia tidak lancar, memaparkan fakta di atas dan menanyakan kepada penjaga yang menjawab telepon apakah ada "hal baru mengenai telegram ke Washington," demikian bunyi dokumen tersebut.

Setelah itu, sang petugas keamanan memeriksa sesuatu dan mengatakan kepada Oswald bahwa permintaan itu sudah dikirimkan, tapi belum ada yang diterima.

Seorang agen FBI, Pappich, menduga bahwa kedatangan Oswald ke kedubes saat itu adalah untuk mendapatkan paspor AS atau visa.

Pada poin kedua dalam dokumen tersebut, CIA menjabarkan rincian peran Kostikov dalam KGB. Menurut dokumen tersebut, Kostikov bertugas dalam operasi yang didukung oleh Departemen ke-13, badan bagian KGB dengan konsentrasi untuk sabotase dan pembunuhan.

Dokumen ini hanya salah satu dari 2.891 data yang dirilis oleh badan Arsip Nasional AS sesuai perintah dari Presiden Donald Trump.

Namun, ribuan dokumen itu belum mencakup keseluruhan data dari penyelidikan tragedi pembunuhan presiden ke-35 AS yang terjadi pada 22 November 1963 silam tersebut.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa ia sepakat untuk tak merilis sejumlah dokumen penyelidikan itu atas alasan keamanan.

"Departemen dan badan-badan eksekutif meminta saya agar sejumlah informasi tetap dirahasiakan demi keamanan nasional, penegakkan hukum, dan hubungan luar negeri," katanya.

Melanjutkan pernyataannya, Trump berkata, "Saya tidak punya pilihan saat ini selain menerima saran tersebut ketimbang membiarkan ada potensi ireversibel membahayakan keamanan nasional kita."

Sejumlah pejabat administrasi mengatakan kepada AFP, permintaan untuk merahasiakan sejumlah dokumen ini datang dari CIA dan FBI.

Reuters melaporkan, Trump awalnya ingin mengungkap semua dokumen mengenai tragedi pembunuhan itu, sesuai dengan perintah Kongres pada 1992 silam.

Mandat Kongres itu menetapkan, semua dokumen penyelidikan kematian presiden AS ke-35 itu harus dibuka untuk publik paling lambat pada 26 Oktober 2017.

Sumber: CNNIndonesia.com, detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat