Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Foto Pembantaian Badak Ini Menangi Penghargaan Bergengsi Dunia
Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:24:04 WIB

SULUHRIAU- Sebuah foto mengenai pembantaian badak memenangi penghargaan bergengsi Wildlife Photographer of This Year (WPY).

SULUHRIAU- Sebuah foto mengenai pembantaian badak memenangi penghargaan bergengsi Wildlife Photographer of This Year (WPY). Foto karya Brent Stirton asal Australia itu memperlihatkan seekor bangkai badak hitam yang culanya telah diambil. Diduga sejumlah pemburu membunuhnya di suaka margasatwa Hluhluwe Imfolozi dengan senjata api yang dilengkapi peredam suara.

Stirton mengabadikan foto tersebut sebagai bagian dari investigasi perdagangan organ badak secara ilegal. Untuk kepentingan penyelidikan pula, dia sudah berkunjung ke 30 tempat kejadian perkara sehingga membuatnya depresi.

"Dalam titik tertentu, saya kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan," ujarnya.
Saat menerima penghargaan Wildlife Photographer of the Year (WPY) di London, pria
berusia 48 tahun itu mengaku meyakini bahwa aksi pembantaian badak yang dia abadikan amat mungkin dilakukan orang-orang setempat untuk memenuhi pesanan.

Umumnya, setelah kedua cula badak diambil, organ itu dijual ke makelar. Si makelar kemudian menyelundupkannya keluar Afrika menuju Cina atau Vietnam. Di kedua negara itu, cula badak punya nilai jual lebih tinggi ketimbang emas atau kokain.

Mengapa mahal? Stirton merujuk kepercayaan keliru sejumlah orang bahwa cula badak bisa
menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari kanker hingga batu ginjal."Kita memasuki zaman di mana setiap hewan, setiap makhluk hidup liar, ditaksir harganya. Dan
orang-orang yang menaksir harga itu perasaannya tidak melulu klop dengan perasaan
(sesama fotografer). Seseorang harus membela hak binatang dan makhluk hidup liar," tegas
Stirton.

Lewis Blackwell, ketua juri WPY, mengatakan foto badak yang diabadikan Stirton punya dampak terhadap kolega-koleganya. "Orang mungkin jijik, mungkin ngeri. Namun foto
itu memikat Anda dan Anda menjadi ingin tahu lebih banyak tentang kisah di baliknya. Dan Anda tidak bisa menghindarinya. Foto ini memperhadapkan Anda dengan apa yang terjadi
di dunia," kata Blackwell.

Selain fotografer alam liar tahun ini, ada pula penghargaan untuk fotografer muda alam liar
tahun ini. Kategori pada usia 15-17 tahun itu dimenangkan Danil Nelson asal Belanda.

Nelson mengabadikan foto seekor gorila berusia sembilan tahun yang bernama Caco. Gorila
tersebut bermukim di Taman Nasional Odzala di Republik Kongo.

WPY adalah salah satu penghargaan bergengsi dalam dunia fotografi. Penghargaan itu dimulai pada 1964 dan sejak itu telah berkembang luas. Tahun ini, ada 48.000 foto yang masuk dari 92 negara.

Sumber: BBCIndonesia.com \ Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat