Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Pengkhianatan G30S/PKI
Fakta PKI dalam Angka
Sabtu, 30 September 2017 - 11:45:57 WIB
Ilustrasi oleh Mardiah (dikutip dari republika.co.id)

SULUHRIAU- Hari ini, tepat 52 tahun lalu PKI melakukan upaya pemberontakan. Upaya itu diwujudkan lewat Gerakan 30 September yang lebih dikenal G30S PKI.

Berikut kami sajikan fakta angka dari PKI yang diambil dari berbagai sumber:

1
Jenderal Abdul Harris Nasution adalah satu-satunya jenderal yang berhasil selamat di malam percobaan penculikan dan pembunuhan oleh PKI pada Kamis, 30 September 1965. Pada 1 Oktober 1965, Jumat Legi dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, Jenderal Nasution melarikan diri dengan melompati pagar rumah yang berbatasan dengan Kantor Kedubes Irak. Namun, kakinya sempat ditembak Pasukan Tjakrabirawa yang dikomandoi Letkol Untung Syamsuri.

3
Sepanjang perjalanan sejarah Indonesia, PKI tercatat sudah tiga kali melakukan pemberontakan terhadap pemerintah. Upaya pemberontakan dan mengkudeta pemerintah tersebut terjadi pada 1926, 1948, dan 1965.

4
Selain enam jenderal, empat orang juga menjadi mangsa PKI pada peristiwa Gestok. Keempat orang itu adalah Ade Irma Suryani (putri Jenderal AH Nasution), Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr J Leimena), Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta), dan Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta).

7
Enam jenderal dan satu perwira muda TNI AD berpangkat kapten menjadi korban penculikan dan pembunuhan PKI pada malam 30 September 1965. Enam jenderal itu adalah Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi), Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi), Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan), Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen), Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik), Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat), dan Kapten Lettu CZI Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution).

12

Sehari setelah menerima Surat Perintah 11 Maret atau 12 Maret 1966, Menpangad Letjen Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1/3/1966 untuk membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia.

Keputusan itu dikeluarkan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan serta putusan Mahkamah Militer Luar Biasa terhadap tokoh-tokoh PKI yang dituding terlibat dalam peristiwa G30S. Selain itu, keputusan pembubaran PKI diperkuat dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/1966.

30
Penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal dilakukan pada Kamis, 30 September 1965 malam. Setelah disiksa dan dibunuh, jenazah enam jenderal dan satu perwira muda AD dibuang ke dalam sebuah lubang di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sumber : Republika.co.id



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat