Senin, 17 Agustus 2026 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
 
 
☰ Peristiwa
Disinyalir Soal 'Bagi-bagi' tak Putus Ulu Kasok Dipagar,
Pagar Kawat Berduri Kawasan Wisata Ulu Kasok Dibuka
Jumat, 29 September 2017 - 10:17:30 WIB

KAMPAR, Suluhriau- Setelah dipagar dengan kawat berduri oleh yang mengaku pemilik lahan Ulu Kasok, Kecamatan XIII Kampar, Riau, sejak Kamis 28 September 2017 dibuka.

Pagar kawat berduri sebelumnya Pagar kawat berduri di puncak Bukit Ulu Kasok, objek wisata yang mirip Raja Ampat Papua akhirnya dibuka.

Pagar kawat berduri sempat tiga hari terpasang di lokasi itu, dan pada Kamis (28/9/2017) siang oleh pengelola dan pihak keluarga yang memasang pagar kawat.

Pembukaan pagar ini dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Ini dilakukan setelah adanya kesepakatan antara pihak pengelola dengan Zulkifli selaku pihak yang memasang pagar kawat tersebut.

Ini dari hasil kesepakatan mediasi yang difasilitasi oleh Pemkab Kampar. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Syamsul Bahri dan Camat XIII Koto Kampar Amiruddin yang dilaksanakan di kantor Camat XIII Koto Kampar di Batubersurat Kamis.

Semula sempat terjadi dialog yang alot. Melebar ke permasalahan saling klaim lahan. Zulkifli misalnya, dia menyebut bahwa tanah yang dipagarnya itu adalah miliknya. Hal itu dibuktikan dengan sertifikat tanah milik sepadannya.

"Dalam sertifikat itu, dituliskan sepadannya adalah tanah saya. Dua sertifikat yang menuliskan bahwa bersepadan dengan tanah saya. Artinya itu adalah tanah saya," ujarnya.

Hasan yang diwakili oleh Idas selaku yang memegang sertifikat tanah, juga menyebut tanah yang ada di puncak Ulu Kasok itu adalah miliknya. Tanah itu dibeli dari Syafrudin dengan luas 8 hektare. "Tanah ini dibeli tahun 1996 dan sertifikatnya tahun 1997," ujar dia.

Namun karena adanya saling klaim, Idas juga telah mengusulkan untuk pengukuran ulang oleh BPN. Semua pihak pun sepakat usulan itu. "Saya sudah ajukan untuk ukur ulang. Besok (Jumat, red) BPN turun ke lapangan," kata dia.

Setelah nanti dilakukan pengukuran ulang, barulah dilakukan pembahasan selanjutnya. Menentukan siapa pemilik tanah sebenarnya.

Agar pembahasan tak melebar, dengan sigap Camat Amiruddin dan Kadis Pariwisata Syamsul Bahri, langsung membatasi dialog itu. "Saya memohon untuk buka pagar itu. Kalau persoalan batas tanah, di kemudian hari kita bahas," kata Amiruddin saat memimpin mediasi.

Amiruddin pun meminta kepada semua pihak untuk berjiwa besar, untuk membuka pagar itu. Sehingga kata dia, tidak tercipta paradigma buruk terhadap wisata Ulu Kasok. "Mari kita carikan solusinya, agar tak ada pihak yang merasa dirugikan," jelasnya.

Menanggapi itu, Zulkifli pun menyanggupi permintaan untuk dibukanya pagar kawat tersebut. Pada prinsipnya, Zulkifli tidak ingin mengganggu perekonomian masyarakat di Ulu Kasok.

"Saya ini sebenarnya pendukung wisata. Tapi, pihak pengelola tidak ada berkomunikasi dengan kita," sebutnya.

Katanya, pihak pengelola yang banyak mendapatkan hasil dari kunjungan wisata. Namun dirinya tak dapat bagian. "Saya tidak akan senang kalau tidak dapat perolehan," ujarnya.

Kemudian, yang mendorongnya untuk memagari itu, karena pengelola telah menebang pohon-pohon yang ada di tanahnya. Bahkan, penebangan pohon itu tidak meminta izin kepadanya. "Jadi begini saja, berapa dia sanggup untuk memberi saya," katanya. Dia menuntut, ganti rugi kayu yang sudah ditebang.

Tapi terkait tuntutan itu, baik ganti rugi pohon yang ditebang, persoalan lahan, dan soal bagi hasil keuntungan kunjungan Ulu Kasok, dia menyanggupi untuk dibahas di kemudian hari.

"Silahkan buka hari ini pagar itu. Tapi jangan pula saya yang membukanya. Banyak sekali rugi saya," cetusnya.

Dari pantauan di lokasi objek wisata Ulu Kasok, beberapa orang menggunakan peralatan membuka pagar kawat berduri dan kayu-kayu pagar. Proses pembukaan pagar berlangsung lancar dan damai.

Riski Dermawan, salah satu fotografer di lokasi itu mengaku pedagang sangat bersyukur dengan dibukanya pagar di puncak Bukit Ulu Kasok. Pengunjungpun gembira kawasan itu  tak lagi ada pagar kawat berduri. [syf,ckl]



 
Berita Lainnya :
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    02 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    03 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    04 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    05 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    06 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    07 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    08 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    09 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    10 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    11 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    12 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    13 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    14 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    15 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    16 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    17 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    18 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    19 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    20 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    21 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    22 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat