Ulu Kasok Dipagar Kawat Pemilik Lahan, Gubri Perihatin
Rabu, 27 September 2017 - 17:19:39 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Sejumlah kalangan menyayangkan ditutupnya destinasi wisata Ulu Kasok Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan.
Apalagi kini kawasan tersebut sudah dikenal luas sebagai 'Raja Ampatnya Sumatera'. Kawasan itu kini dipasangi pagar berduri.
Atas kabar itu, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman langsung meminta kepada Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Fahmizal Usman untuk segara koordinasi dengan Bupati Kampar Aziz Zaenal dan Dispar Kampar.
"Tadi saya sudah Whatsapp Kepala Dispar Riau, saya minta agar pihak-pihak terkait termasuk pemilik lahan diundang untuk bermusyawarah, agar persoalannya bisa segera diselesaikan," kata gubernur Riau saat dikonfirmasi Rabu (27/9/2017).
Gubernur berharap persoalan ditutupnya Ulu Kasok bisa diselesaikan secepatnya, sehingga destinasi yang berada di sekitar Danau PLTA Koto Panjang, Kampar itu bisa dibuka lagi.
"Kan sayang kalau destinasi yang sudah terkenal dimana-mana bukan hanya di Provinsi Riau, tapi sudah diluar provinsi terjadi kendala seperti itu. Saya rasa pak Bupati Kampar bisa menyelesaikan persoalan itu," harapnya.
Seperti diberitakan media, kawasan Wisata Alam, Ulu Kasok dipasangi pagar kawat oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan.
Hal ini membuat kawasan tersebut tidak bisa lagi diakses para pengunjung dan wisatawan yang ingin menikmati pesona alam puncak ulu kasok.
Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, hal itu terjadi sejak kemarin dan sudah menjadi perhatian serius Pemkab Kampar dan aparat setempat.
"Ya, semalam saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat untuk menanyakan kejadian ini. Benar ada warga yang mengaku sebagai pemilik lahan,"pungkas Fahmi.
Celakanya kata Fahmi, dari informasi Dinas Pariwisata Kampar, pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan tidak hanya satu orang.
"Katanya tidak hanya satu orang yang mengaku pemilik lahan, ada sekitar 10 orang yang mengaku pemilik,"cetusnya.
Fahmi menyebut, hari ini tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Polsek setempat akan turun ke lokasi menyelesaikan masalah ini.
"Kita berharap masalah ini cepat tuntas. Jangan sampai magnet destinasi wisata Riau khususnya ulu kasok yang sedang jadi primadona ini terganggu, " katanya.
Menurut mantan Kepala Biro Humas Pemprov Riau ini, sejak viral di media sosial, ulu kasok mendadak jadi tenar dan ramai dikunjungi para pelacong.
Tak hanya wisatawan domestik, sejumlah turis asing juga ramai berkunjung ke ulu kasok yang disebut-sebut jelmaan kawasan wisata bahari raja ampat di Papua.
Setiap akhir pekan, ribuan pelancong mengunjungi salah satu destinasi wisata andalan Kampar ini.
Sumber: cakaplah.com | Editor: Jandri
Komentar Anda :