Melaka Tingkatkan Penggunaan Bahasa Indonesia Garap Pariwisata Berbasis Kesehatan
Rabu, 06 September 2017 - 08:29:19 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Melaka-Malaysia melalui Perusahaan Pelayanan jasa kesehatan makin banyak menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komuniskasi dalam melayani pasien sebagai keseriusan mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis kesehatan.
Ini disadari dengan tingginya kunjungan wisatawan Indonesia, terutama untuk berobat ke rumah sakit di Mahkota Medical Centre, Malaka dan rumah sakit lainnya di Malaysia.
Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Utama, IR Hj Idris bin Hj Haron saat pembukaan seminar dan Travel Mart pelancongan Melaka di Pekanbaru, kemarin.
Ia menngaku tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit, biasa menggunakan bahasa Indonesia, bahkan lebih baik daripada berbahasa Malaysia.
Pariwisata kesehatan menjadi prioritas bagi kerajaan malaka terutama turis asing dari Indonesia. Sebab pelancong untuk berobat menjadi penyumbang terbesar kehadiran turis Indonesia ke Malaka, mencapai 93.959 orang, dari total 102.608 turis asing yang berobat ke Melaka.
Menurutnya, rumah sakit di Melaka juga menyediakan biaya perobatan jauh lebih rendah ketimbang biaya berobat di Singapura dan Indonesia.
Kegiatan Travel Mart pelancongan Melaka di Pekanbaru dilakukan agar bisa lebih menjelaskan mengenai potensi pariwisata Melaka kepada warga Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, apalagi Indonesia merupakan pasar terbesar pelancong ke Malaysia. Sepanjang 2016, 2,45 juta turis Indonesia mengunjungi Malaysia. [slt]
Komentar Anda :