Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Asma, Rokok dan Polusi 'Renggut' 3,6 Juta Nyawa di Dunia
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 12:54:56 WIB
(Foto REUTERS/Srdjan Zivulovic)
TERKAIT:
 
     

    SULUHRIAU- Sebuah penelitian terbaru merilis sejumlah penyakit paru-paru yang paling mematikan. Ada dua penyakit paru-paru, salah satunya disebabkan rokok yang telah membunuh 3,2 juta orang di dunia pada tahun tersebut.

    Diberitakan AFP, The Lancet Respiratory Medicine merilis hasil penelitian terbaru mereka dan menyebut ada dua penyakit paru-paru yang paling mematikan dan telah membunuh 3,6 juta orang di seluruh dunia.

    Dua penyakit tersebut adalah penyakit paru obstruktif kronis (COPD) yang sebagian besar disebabkan oleh merokok dan polusi, dan asma yang menyebabkan 400 ribu orang meninggal.

    COPD merupakan kelompok kondisi tertentu dari paru-paru yang menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas, beberapa di antaranya adalah emfisema dan bronkitis.

    Studi yang dilakukan menemukan prevalensi asma di tahun penelitian meningkat dua kali lipat, namun untuk COPD melonjak delapan kali lipat.

    Penelitian itu menyebut pengobatan untuk kedua penyakit tersebut sebenarnya mampu dijangkau berbagai lapisan masyarakat, namun yang kebanyakan terjadi adalah tidak terdiagnosis, salah didiagnosis, atau tidak terobati.

    COPD menjadi peringkat ke-empat penyebab kematian di dunia pada 2015 menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO).

    Peringkat pertama penyebab kematian ditempati oleh penyakit jantung dengan 9 juta kasus, stroke dengan enam juta kematian, dan infeksi pernapasan bawah sekitar 3,2 juta kematian.

    Penelitian yang dilakukan oleh The Lancet Respiratory Medicine itu dipimpin oleh Theo Vos, seorang profesor di Institut of Health Metrics and Evaluation di the University of Washington.

    Vos dan tim menganalisis data dari 188 negara untuk mengamati, di masing-masing negara, jumlah kasus kematian dan penyebabnya setiap tahun dari 1990 hingga 2015.

    Prevalensi COPD dan rasio kematiannya menurun pada periode pengamatan tersebut, namun jumlah kematian cenderung meningkat hampir 12 persen. Meningkatnya jumlah kematian ini ditengarai karena bertambahnya angka penduduk.

    Untuk kasus asma, prevalensi naik hingga 13 persen hingga menjadi 358 juta orang di seluruh dunia. Namun angka kematian menurun hingga seperempatnya.

    "Penyakit ini kurang mendapat perhatian dibandingkan penyakit kronis tidak menular lainnya seperti kardiovaskular, kanker, atau diabetes," kata Vos dalam pernyataannya.

    Studi tersebut menemukan sejumlah negara dengan kejadian COPD tinggi pada 2015 adalah Papua Nugini, India, Lesotho, dan Nepal.

    Sedangkan untuk asma, penyakit ini banyak ditemukan di Afghanistan, Republik Afrika Tengah, Fiji, Kiribati, Lesotho, Papua Nugini, dan Swaziland.   

    Sumber: CNNIndonesia.com



     
    Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat