Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Ayo! Saksikan Pacu Jalur Teluk Kuantan Riau
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 12:28:07 WIB

SULUHRIAU, Kuansing- Sudah pernah lihat balapan perahu berukuran sangat panjang? Perahu terbuat dari kayu pohon berukuran 25 sampai 40 meter, sangat panjang , jumlah pendayung bisa 50 sampai 60 setiap perahu? Lomba ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan ribuan atlet dayung!

Dahsyat dan seru! lingkari tanggal mainnya, luangkan waktu untuk menikmati festival yang hanya bisa disaksikan di Provinsi Riau itu. Ya, namanya: Festival Pacu Jalur, digelar 23-26 Agustus 2017, di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Riau.
 
Bupati Kuantan Singingi, Mursini mengatakan festival Pacu Jalur tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan budaya kebanggaan masyarakat Provinsi Riau, khususnya masyarakat Kuantan Singingi. Festival ini berupa kompetisi mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon.  Ini perpaduan antara unsur olahraga, seni dan olah batin.

Peminat lomba pacu jalur ini semakin tahun menjadi  sangat besar, peserta membeludak, bisa ribuan perahu, untuk itu harus dibagi per rayon, dan pelaksanaan event pacu jalur tradisional tahun ini, baik pacu jalur rayon, pacu jalur mini maupun event pacu jalur tingkat nasional ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor Kpts 126/V/2017 tertanggal 30 Mei 2017.

Untuk tingkat rayon, pelaksanaannya sudah dilakukan sejak awal Juli. "Terbagi dalam 4 rayon, 4 kecamatan, telah dilaksanakan dari 6 hingga 29 juli, selanjutnya, rangkaian pelaksanaan pacu jalur iven nasional untuk pacu jalur mini tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 19-21 Agustus dan pacu jalur tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 23-26 Agustus," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kuansing, Marwan SPd MM.
 
Peserta terbaik setiap rayon akan bergemu di Festival Pacu Jalur tardisional  yang beranggotakan laki-laki dengan usia 15 sampai 40 tahun. Jumlah pendayung perahu sekitar 50 sampai 60 orang.
 
Kenapa jumlah pendayung berbeda-beda?  Ini disesuaikan dengan panjang perahu. Tidak ada perbedaan kelas, jumlah antar tim tidak sama, bisa satu perahu 50 orang atau 60 orang. Ini uniknya, pendayung banyak belum tentu menang, karena menurut mitos yang ada di sana, kemenangan itu ditentukan dari kekuatan magis yang terdapat pada kayu perahu serta kesaktian sang pawang dalam mengendalikan perahu.
 
Dari 50 atau 60 pendayung, ada anggota tim disebut ‘anak pacu’ dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti ‘tukang kayu’, ‘tukang concang’ yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba, dan ‘tukang pinggang’ yang menjadi juru mudi.
 
Ada juga ‘tukang onjai’ yang bertugas memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badannya, dan ‘tukang tari’ yang membantu ‘tukang onjai’ dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama.
 
Perlombaan Pacu Jalur menggunakan sistem gugur, sehingga peserta yang sudah kalah di awal tidak BOLEH ikut bermain lagi. Sedangkan pemenang-pemenangnya akan diadu kembali untuk mendapatkan pemenang utama.
 
Keunikan lain,  di bibir sungai terlihat sebuah meriam. Festival akan dimulai dengan bunyi menggelegar meriam, sebuah tanda yang unik untuk memulai suatu perlombaan.
 
Kenapa harus menggunakan meriam dan bukan peluit saja? Karena jika menggunakan peluit, suaranya tidak akan dapat terdengar oleh semua peserta lomba. Ini disebabkan luasnya arena lomba dan keramaian ratusan ribu penonton yang menyaksikan perlombaan sepanjang sungai.
 
Saat dentuman meriam pertama kali, perahu-perahu yang telah ditentukan urutannya akan berjejer di garis start. Pada dentuman kedua, para peserta berada dalam posisi siap untuk mengayuh dayung. Dan pada saat wasit membunyikan meriam untuk yang ketiga kalinya, perlombaan pacu jalur pun dimulai. Semua tim akan mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk bisa mencapai garis finis.
 
Sebelum acara puncak Festival Pacu Jalur dimulai, semua penonton akan dihibur dengan penampilan tari-tarian serta nyanyian daerah. Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Provinsi Riau memang sedang giat membangun atraksi. Berbagai event seperti festival budaya Pacu Jalur ini diseriusi dan dipromosikan besar-besaran.
 
Inilah cara terbaik yang bisa mendatangkan ratusan ribu wisatawan, selain Festival Bakar Tongkang, di Bagan Siapiapi. Sebuah tradisi yang telah berjalan seabad lebih, dan selalu mengundang banyak wisatawan termasuk wisman dari etnis Tionghoa yang mencapai 30 ribu wisman.
 
Potensi ini tinggal ditingkatkan dengan strategi pemasaran dan promosinya yang mengacu pada strategi yang dijalankan oleh Kemenpar dengan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Time)  serta BAS (Brandidng/PR-ing, Advertising, dan Selling).
 
Rumus Menpar Arief dalam mengembangkan destinasi itu selalu 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. Ketiga komponen itu harus komplit, jika ingin sustainable.
 
"Perhatikan tiga hal itu, maka Riau akan semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Riau harus berani benchmark, menentukan siapa rival atau lawan tandingnya? Daerah mana yang cocok dijadikan lawan? Untuk maju, harus ada rival, sehingga ada ukuran sukses, yakni mengalahkan rivalnya itu,” kata Arief Yahya. [rol,jas]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat