IRT di Riau Ngeluh Isi Bungkus Garam Sedikit, KPPU Batam Sikapi Lonjakan Harga
Minggu, 30 Juli 2017 - 20:42:10 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Melonjaknya harga garam di beberapa daerah saat ini mendapat perhatian dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Batam.
KPPU mulai menyikapi terjadinya kenaikan harga garam yang sudah berlangsung sejak lebaran 2017 dengan melakukan pengawasan dan penilitian terhadap naiknya harga garam.
Lukman Sungkar Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam mengungkapkan kenaikan harga garam terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, tim mendapatkan informasi harga garam mengalami kenaikan sejak lebaran.
Informasi dari pedagang juga menyebutkan selain harga beli yang mahal, stok garam juga relatif susah untuk diperoleh, kalaupun ada, stok pedagang di pasar tradisional dijatah agen.
Meskipun informasi awal yang diperoleh menyebutkan faktor cuaca mempengaruhi hasil produksi petani garam yang mengakibatkan pasokan berkurang, tetapi KPPU Batam menilai hal tersebut harus dicek kembali, agar jangan sampai kekurangan pasokan dimanfaatkan pihak tertentu untuk sengaja menahan stok yang bertujuan menaikkan harga garam menjadi lebih mahal lagi.
Lukman menambahkan, akan menyampaikan kondisi kenaikan harga garam tersebut kepada satgas pangan provinsi untuk ditindaklanjuti.
Pihaknya juga merencakan melakukan inspeksi dadakan langsung ke gudang-gudang pedagang besar atau agen, untuk memastikan stok garam menipis atau terjadi penimbunan.
Sementara itu, naiknya harga garam mencapai 100 persen, juga dirasakan di Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya.
Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) mengeluhkan, sejak kenaikan harga garam, isi satu bungkus garam terasa lebih sedikit dibanding sebelumnya. "Garam yang dulu harga Rp1000, tetap harga Rp 1000 tetapi isinya dikit," ujar Rahma (40) warga Sidumlyo Timur, Pekanbaru, Ahad (30/7/2017).
Bahkan Rahma mengaku heran, seumurnya baru sekarang harga garam jadi isu nasional. Padahal selama ini tidak pernah seperti ini. "Indonesia negara Maritim, musimnya juga sama dengan sebelum-sebelumnya, mengapa sekarang harga garam mahal," kata Alumni Fispol Univerisitas Riau (UR) ini. [jas.slt]
Komentar Anda :