Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Politik
Novanto Menolak Mundur, Kader Muda Sebut Golkar Egois
Rabu, 19 Juli 2017 - 20:29:49 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Rapat Pleno DPP Golkar memutuskan Setya Novanto tetap menjabat sebagai ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

Keputusan tersebut dianggap sebagai bentuk keegoisan mengingat status tersangka Novanto dianggap bisa merugikan partai.

"Keputusan Rapat Pleno DPP serta dukungan dari Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Pakar itu adalah sikap yang mengedepankan kepentingan yang sangat bersifat pribadi, kelompok," ungkap Kader Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/7/2017).

Doli menyoroti dukungan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono terhadap Novanto. Menurutnya DPP tidak memikirkan mengenai kepentingan dan masa depan Golkar mana kala memutuskan Novanto tetap sebagai ketum.

"Dukungan itu seakan menutup mata dan telinga terhadap realitas dan pandangan rakyat terhadap kasus mega-skandal korupsi e-KTP saat ini," kata Doli.

"Keputusan itu juga dapat memunculkan persepsi pada publik bahwa Partai Golkar merupakan 'Rumah yang Nyaman' bagi para orang yang tersangkut masalah hukum dan korupsi," lanjutnya.

Keputusan DPP mempertahankan Novanto sebagai Ketum Golkar dinilai Doli juga dapat mengindikasikan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemberantasan korupsi. Itu juga dianggapnya sebagai perlawanan Golkar terhadap KPK yang dilakukan secara kolektif serta melibatkan unsur partai dan DPR secara institusi.

"Sangat tidak menutup kemungkinan kedua institusi itu kembali 'diperalat' untuk melindungi kepentingan individu yang tersangkut masalah korupsi dan disandera untuk berhadap-hadapan dengan institusi KPK," tutur Doli.

Akibat masalah Novanto ini, dia menyebut kepercayaan publik terhadap Golkar berkurang. Tingkat elektabilitas Golkar yang menurun drastis pun menurut Doli juga disebabkan karena masalah Novanto.

"Salah satu penyebabnya adalah karena 'tersanderanya' Partai Golkar dengan kasus mega-skandal korupsi e-KTP yang diduga kuat melibatkan Setya Novanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar," urainya.

"Begitu juga institusi DPR yang menurut survei Transparansi Internasional Indonesia sebagai lembaga terkorup di Indonesia," tambah Doli.

Oleh karena itu, Doli meminta kelegawaan Novanto untuk gentle mengundurkan diri sebagai ketua umum Golar. Juga mundur dari kursi ketua DPR. Novanto menolak mundur dari dua jabatan itu.

"Agar kedua institusi tersebut dapat bebas dan tidak terbawa-bawa oleh masalah dan kepentingan pribadi Setya Novanto, khususnya dalam menghadapi sangkaan keterlibatannya dalam kasus mega-skandal korupsi e-KTP," imbaunya.

Doli pun mengajak semua elemen Partai Golkar mulai dari sesepuh, pini sepuh, senior, tokoh, pimpinan DPP, DPD, dan kader di seluruh Indonesia untuk sama-sama melakukan penyelamatan partai. Doli menyatakan caranya dengan segera melakukan persiapan menuju Munas Luar Biasa guna (munaslub) memilih Ketua Umum DPP Partai Golkar yang baru.

"Demi Partai Golkar yang bersih, berwibawa, dan dicintai oleh rakyat. Upaya pergantian kepemimpinan Partai Golkar ini juga adalah bagian dari dukungan dan kerja konkret dalam upaya mendukung kerja-kerja pemerintahan Jokowi-JK," tegas Doli.

"Juga sekaligus proses kampanye pemenangan Bapak Jokowi yang sudah ditetapkan sebagai Calon Presiden RI pada Pilpres 2019," sambungnya.

Kader muda Partai Golkar menurut Doli khawatir masalah Novanto akan mengganggu citra pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Bila Novanto tak mundur, hal tersebut dinilainya bisa mempengaruhi proses pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

"Kami melakukan ini semua, karena kami merasa Partai Golkar adalah rumah kami, yang harus juga bisa menjadi rumahnya rakyat Indonesia, yang tentu harus sama-sama dijaga, dibersihkan, dan dimajukan untuk menjadi bagian perjuangan dalam meraih cita-cita bangsa dan negara," tutup Doli.

Itu Aspirasi


Atas penilaian kader muda Golkar itu, DPP Golkar mengatakan penilaian kader itu merupakan aspirasi.

"Itu namanya aspirasi 1-2, saya kira demokrasi. Masa kita bisa larang ada aspirasi?" ujar sekjen Golkar Idrus Marham di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).

Idrus mengatakan, yang memiliki kewenangan langsung untuk kelanjutan roda organisasi partai secara keseluruhan yakni di tingkat DPP. "Itu kita sudah putuskan tidak ada dan itu yang memiliki kewenangan pada DPP, pada keputusan partai semua tingkatan," ucap Idrus.

Idrus mengajak setiap pihak untuk tetap solid pasca-penetapan Novanto sebagai tersangka e-KTP. Soal adanya sebagian aspirasi untuk mendesak Novanto mundur, Golkar tak bisa menampung semua permintaan.

"Masa semua suara harus perhatikan? Tetapi kan suaranya banyak. Bukan hanya satu. Jadi semua gerakan itu kita perhatikan, A B kita perhatikan. Kalau ini berbeda-beda gerakannya. Kita kembalikan kepada aturan," kata dia.

Sumber : detik.com | Editor : Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat