Ada Aliran Sesat Shalat Hadap Matahari, Kini Sudah Dihentikan
Sabtu, 15 Juli 2017 - 10:49:19 WIB
SULUHRIAU- Warga Kampung Bojong, Desa Cipacing, Kecamata Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dibuat heboh dengan ajaran salat menghadap arah matahari. Aliran itu diduga dipimpin oleh perempuan bernama Elah.
Ketua RW 15, Engkus Kusman, membenarkan informasi tersebut. Engkus menyebut Elah sebagai pimpinan pengajian di kampung. Elah mengajar mengaji Alquran untuk kalangan ibu-ibu setempat dan anak sekolah.
"Elah memerintahkan santrinya salatnya menghadap ke matahari. Saya tahu cerita dari santri dan tidak pernah menyaksikan," ucap Engkus.
Engkus mengaku kaget setelah mendengar pengakuan para santri bahwa mengaji di madrasah milik Elah harus membaca kalimat syahadat kembali.
"Orang tua banyak yang tidak menerima, sehingga warga sekampung menjadi geger," ujarnya.
Engkus mengungkapkan kegiatan tersebut sebelumnya pernah dilakukan Elah di kampung sebelah, tepatnya di Kampung Babakan Sukamulya, Desa Cipacing. Namun Elah malah diusir warga.
"Sebelumnya biasa-biasa saja, orang tua juga. Rapi tidak ada kecurigaan, namun lama-kelamaan ada salah satu murid yang sadar dan melaporkannya ke orang tuanya," ungkap Engkus.
Apalagi, setelah membacakan kalimat syahadat tersebut, anak-anak tersebut diakui sebagai murid Elah.
"Katanya, 'Bilamana nanti ditanya (malaikat) oleh siapa disyahadatin, bilang ku (sama) Ibu'," tambahnya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang menegaskan aliran itu sudah berhenti aktivitasnya.
"Aktivitas pengajian sudah dihentikan. Tidak ada pengajian ibu-ibu atau remaja, semuanya sudah diserahkan ke Ketua RW," kata anggota Majelis Fatwa MUI Sumedang Dadang Wahyudi dilansir detik.com Sabtu (15/7/2017).
Dia mengatakan MUI belum melihat aliran tersebut. Aliran salat hadap matahari baru sebatas pengakuan murid-murid Elah. Dadang menduga, maksud shalat menghadap arah matahari yaitu posisi salat mengarah ke timur.
"Salat menghadap arah matahari baru ungkapan dari murid-muridnya, belum ada indikasi praktik," kata Dadang.
MUI masih terus menghimpun informasi. Dadang menegaskan di wilayahnya tidak ada masyarakat yang melaksanakan praktik salat menghadap ke arah matahari. "Tapi kalau dulu di Pakenjeng Garut mah ada, dan saya pernah dengar," ujarnya.
Sumber: detik.com | Editor: Jandri
Komentar Anda :