Sempat Vakum, Karimun Gelar Lagi Festival Lampu Colok Bulan Puasa
Jumat, 19 Mei 2017 - 11:34:33 WIB
SULUHRIAU, Karimun- Pemkab Tanjung Balai Karimun, Kepri kembali menggelar tradisi Festival Lampu Colok untuk memeriahkan kegiatan ibadah puasa.Kegiatan ini sempat vakum tahun lalu, lantaran ketidaktersediaan anggaran untuk sektor kebudayaan ini.
Kepala Seksi (Kasi) Atraksi Promosi Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun, Benny Yudhistira mengatakan, setiap tahun masyarakat Karimun selalu menyalakan lampu colok sebagai tradisi yang dilakukan sepanjang bulan puasa. "Tahun ini kami perlombakan lagi dalam bentuk Festival Lampu Colok," kata Benny, Jumat (19/5/2017).
Mengingat tradisi tersebut dilakukan umat Islam di Karimun dan sejumlah daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau, maka tidak heran masyarakat selalu menyusun lampu-lampu hias sedemikian rupa sehingga membentuk ornamen atau sibol-simbol agama Islam.
Untuk memelihara tradisi tersebut, Pemkab Karimun menggelar lomba lampu colok yang bisa diikuti seluruh lapisan masyarakat yang membentuk kelompok di tingkat RT sampai Kelurahan. "Nantinya desa dengan gapura lampu colok terindah se-Kabupaten Karimun akan ditetapkan sebagai pemenang," jelasnya.
Ia menambahkan, panitia akan menilai arsitektur bangunan gapura yang bernuansa islami, kemeriahan dan keindahan lampu colok gapura tersebut.
Partisipasi masyarakat dalam memeriahkan festival lampu colok ini juga menjadi penilaian juri, sedangkan gapura yang akan dibangun nanti harus memiliki tinggi minimal 4 meter dan lebar asal tidak mengenai drainase dan badan jalan.
Para peserta akan memperebutkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp9 juta sebagai juara pertama, Rp7 juta sebagai juara kedua, Rp5 juta sebagai juara ketiga, Rp3 juta sebagai harapan satu, dan Rp2 juta sebagai harapan dua.
Benny menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karimun akan menjadikan festival tersebut ajang tahunan yang bisa digunakan untuk menarik perhatian wisatawan asing berkunjung ke Karimun.
Tradisi lampu colok masyarakat Melayu Riau, merupakan salah satu dari sekian banyak tradisi yang hingga kini masih tetap bertahan di tengah era globalisasi dan gempuran budaya asing.
Setiap tahun memasuki ramdhan atau dikahir Ramadhan, acara ini digelar melalui festival lampu colok. Di sejumlah daerah di Riau, termasuk Pekanbaru menggelar festival lampu colok biasanya malam 27 Ramadhan. [wan,Ant]
Komentar Anda :