DPRD Lingga Kagumi Meranti Berhasil Kebangkan Sagu untuk Tingkatkan Ekonomi
Jumat, 19 Mei 2017 - 10:26:35 WIB
SULUHRIAU, Selatpanjang- Anggota DPRD Kabupaten Lingga Kepulauan Riau mengakui keberhasilan Pemerintah Kepulauan Meranti dalam mengembangkan Sagu sebagai penopang kehidupan ekonomi masyarakat.
Bukan saja berhasil dalam budidaya tanaman kehidupan tersebut tetapi juga dalam mengolah turunanya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Untuk itu anggota Legislatif negeri serumpun tersebut berkunjung ke Meranti untuk belajar.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Lingga H Kamaruddin, saat kunjungan kerja ke Pemkab Meranti. Rombongan anggita dewan ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Lingga H. Komaruddin bersama Wakil Ketua DPRD lainnya Muddasir Zahid dan Ketua Komisi 1 Zakaria dan lainnya.
Mereka disambut Sekdakab Meranti Julian Norwis SE MM bersama Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan yang didampingi Wakil Ketua Taufikurahman dan Ketua Komisi A Edi Masyudi.
"Kami mengakui Meranti sudah terkenal secara Nasional dan Internasional dalam hal budidaya dan pengeloaan Sagu, untuk itu dalam rangka membangun sektor pertanian khususnya tanaman Sagu kami dari DPRD ingin belajar dari Meranti nantinya informasi ini akan kami gunakan untuk mendukung Visi dan Misi Bupati Lingga yang salah satunya mengemmbangkan tanaman Sagu," ujar H. Kamaruddin selaku Ketua Rombongan DPRD Kabupaten Lingga dalam pertemuan dengan Pemda Kepulauan Meranti dan DPRD Kepulauan Meranti, diruang rapat Bupati, Kamis sore (18/7/2017).
Seperti dijelaskan H. Komaruddin yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Kabupaten ini memiliki karakter tanah mirip dengan Meranti dimana banyak ditumbuhi kebun Sagu peninggalan nenek moyang terdahulu. Namun sayangnya belum dapat dikelola scara maksimal karena kurangnya referensi terkait pengelolaan Sagu. Alhasil hanya mampu dikelola secara tradisional sehingga tidak terlalu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Kamaruddin dalam seksempatan itu menyampaikan, jumlah hutan Sagu di Lingga seluas 3.000 Ha. Sagu tidak ditanam dikebun masyarakat atau kebun milik perusahaan melainkan tumbuh liar dihutan. Sejauh ini Sagu di Lingga belum mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat karena harganya relatif murah, jika di Meranti satu tual Sagu dihargai 45 ribu dan sebatang Sagu bisa mencapai 400 ribu, di Kabupaten Lingga sebatang Sagu hanya bisa dijual 100 ribu rupiah. Jumlah turunan pengolahan Sagu yang dapat diproduksipun hanya berupa Sagu Basah dan Sagu Kering.
DPRD Kabupaten Lingga antusias menggali semua informasi terkait budidaya Sagu, pengelolaan Sagu dan produksi turunanya, pemasaran Sagu, hingga seberapa besar potensi Sagu dalam menghasilkan PAD bagi daerah.
Seperti dijelaskan Kadis Pertanian Ir. Jaka, kebun Sagu di Meranti milik masyarakat seluas 38.614 Ha dan mampu memproduksi 202.062 Ton Tepung Sagu Kering/Tahun. Tanaman Sagu yang dikelola oleh swasta dalam hal ini PT. NSP seluas 14.000 Ha dan mampu memproduksi 12.000 Ton Tepung Sagu Kering Pertahun.
Jumlah kilang Sagu yang terdata saat ini sebanyak 67 Kilang Sagu dengan kapasitas 58 Ribu Ton lebih pertahun. Keberhasilan budidaya Sagu didukung oleh sektor kearifan lokal yang sudah menjadi budaya masyarakat selain itu sebanyak 60 persen lahan terdiri dari Gambut, selain itu juga Meranti yang merupakan kepulauan yang terintrusi air laut.
Jenis Sagu di Meranti terbagi tiga Sagu Buni, Sagu Beban, dan Sangka. Dan varietas benih Sagu di Meranti telah mengantongi sertifikat sehingga bagi daerah yang ingin membeli bibit dapat mencarinya ke Meranti. Sejauh ini Meranti telah mampu mempoduksi 120 ribu bibit pertahun.
Harapan pemerintah Meranti mengambangkan Sagu adalah dalam upaya peyangga swasembada beras dan gula Nasional. Produk usaha utama yang memungkinkan untuk segera dikembangkan akan dibuat beras Analog dan Gula Cair yang butuh dukungan industri.
Yang dinilai menarik oleh Anggota DPRD Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, adalah keberhasil Meranti manaikan harga jual tual Sagu, dikatakan Sekda harga Sagu di Meranti meningkat berkat kerjasama antara Pemda dengan PT. NSP perusahaan pengolah Sagu. Perusahaan ini membeli Sagu masyarakat sesuai dengan harga pasar sehingga terjadi persaingan harga yang sangat menguntungkan petani. "Ekspor tepung Sagu terkenal ke Jawa (Cirebon), karena dikelola perusahaan swasta maka harga dapat ditingkatkan, dan sebagian besar masyarakat di Desa menyekolahkan anak dari hasil Sagu," jelas Sekda.
Hasil produksi Sagu Meranti berupa Sagu Basah juga diekspor ke negara tetangga Malaysia dan Singapura juga Jepang.Terkait tanaman Sagu sendiri dapat diproduksi pada usia 8 tahun, dan hanya cukup dilakukan satu kali tanam selanjutnya akan tumbuh rumpun rumpun baru, selain itu biaya pemeliharaan sangat ringan tanpa pupuk bisa hidup dengan baik.
Kedepan Pemda Meranti akan mengupayakan PAD dari hasil angkut Sagu dengan kapal yang dihitung perkilonya. Setelah mendengar pemaparan Kadis Pertanian dan Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Legislator Lingga mengaku memperoleh informasi yang sangat berguna yang nantinya akan menjadi acuan dalam pengembangan Sagu di Kabupaten Lingga.
"Kita akan bawa informasi yang sangat berharga ini untuk mendukung visi dan misi Bupati dalam rangka mengembang Sagu di Kabupaten Lingga," pungkas Komaruddin.
Sebelum kembali anggota DPRD Lingga Lingga yang berjumlah 10 orang menyempatkan diri untuk melihat tual Sagu dan pabrik pengolahan Sagu di Tanj
Komentar Anda :