Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Karena Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud, 34 Anak Masuk UGD Setiap Harinya
Selasa, 16 Mei 2017 - 09:25:01 WIB

SULUHRIAU- Sebuah studi baru melaporkan bahwa antara tahun 1990 sampai 2010 ada 263.000 anak yang dirawat di unit gawat darurat (UGD) rumah sakit Amerika Serikat karena luka di telinga akibat gunakan cotton bud.
Cotton bud ditemukan oleh Leo Gerstenzang pada 1923 dengan nama “Baby Gays”.

Tapi pada 1970-an, beberapa ahli kesehatan memperingatkan konsumen agar tidak menggunakannya pada saluran telinga.

“Dengan sekitar 12.500 anak-anak yang masuk UGD setiap tahunnya atau 34 anak setiap harinya, pesan tersebut sepertinya tidak didengarkan,” ungkap Dr. Kris Jatana, penulis studi sekaligus ahli otopsi anak-anak di Rumah Sakit Anak Nationwide, Colombos, Ohio seperti dilansir livescience.com.

Anak-anak yang datang ke UGD biasanya terkena perforasi drum telinga, luka di jaringan lunak, sampai kerusakan pada tulang pendengarannya.

Diagnosis paling umum karena adanya benda asing di telinga dan di gendang telinga. Cidera seperti ini bisa menyebabkan pusing, infeksi, dan gangguan pendengaran ireversibel.

Dan yang paling parah, anak-anak menggunakan cotton bud sendiri tanpa pengawasan orangtua. “Anak-anak di bawah usia 8 tahun menyumbang dua pertiga dari luka-luka tersebut,” lanjut Jatana.

Untuk itu, Jatana memberikan pesan tentang kebersihan telinga. “Membersihkan telinga adalah sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Sebab, telinga bisa membersihkan diri sendiri dari kotoran.”“Ini memanglah sifat pelindung, pelumas, dan antibakteri dari telinga normal.”

Dengan hasil studi dan penjelasannya, saya berharap kita semua bisa belajar dari jumlah korban luka dan membantu menasehati anak-anak dan orangtuanya bahwa membersihkan telinga dengan cotton bud bukanlah sesuatu yang harus dilakukan.

Ayo mulai dari sekarang berhenti membersihkan telinga dengan cotton bud!.


Sumber: Tribunews.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat