Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
"Soal Perdagangan Lintas Batas Meranti akan Dibawa ke Rapat Kerja Komisi XI DPR RI"
Selasa, 02 Mei 2017 - 08:35:09 WIB

SULUHRIAU, Selatpanjang- Anggota DPR RI Asal Riau H Jon Erizal berjanji, akan membawa masalah perdagangan Lintas Batas sesuai aspirasi masyarakat ke Rapat Kerja Komisi XI DPR RI.

Hal itu disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan M.Si dan Jajaran Pejabat Pemerintan Daerah, Para Pengusaha, tokoh masyarakat serta paguyuban Meranti. Bertempat Aula Afifa Sport, Selatpanjang, Ahad(30/4/2017).

Dalam pertemuan itu dibahas soal legalitas perdagangan lintas batas yang menjadi isu hangat karena berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Meranti. Komisi XI DPR RI yang membidangi masalah Keuangan Negara dan Perpajakan.

Seperti diketahui, Kepualauan Meranti yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga sangat bergantung terhadap pasokan bahan pokok, gula, bawang, beras dan bahan makanan lainnya yang berasal dari luar negeri (Malaysia/Singapura.red).
Barang-barang makanan yang beredar di Selatpanjang ini banyak dipasok dari Karimun yang merupakan tempat masuknya barang dari luar negeri sebelum diedarkan di Provinsi Kepulauan Riau. Selain rasannya enak bahan makanan dari luar negeri ini harganya juga lebih murah dan segar dibanding dengan bahan sembako yang berasal dari Sumatera (busuk ditengah jalan), karena jauhnya jarak tempuh dan besarnya ongkos transportasi.

Selama ratusan tahun masyarakat yang berada dipesisir termasuk Kepulauan Meranti bergantung terhadap bahan makanan yang dipasok dari luar negeri itu. Harganya yang murah dan secara kwalitas juga baik sangat membantu masyarakat terutama ekonomi lemah.
Namun dengan semakin ketatnya peraturan perdagangan lintas batas oleh pemerintah pusat. Bahan makanan itu tidak bisa dipasok secara bebas, pedagang yang memasok dikenakan pajak dan diharuskan melengkapi aturan administrasi lainnya mulai yang dikeluarkan oleh pihak Bea dan Cukai, Pihak Karantina hingga Badan Pengawas Obat dan Makan (BP POM).

Jika itu dilakukan barang yang awalnya murahpun akan menjadi mahal dan tentu saja akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti dimana lebih dari 30 persen masyarkatnya tergolong miskin.

Dalam pertemuan itu, para pengusaha dan tokoh masyarakat banyak memberikan masukan kepada H. Jon Erizal. Salah satunya H. Syahril yang menilai peraturan perdagangan lintas batas yang diberlakukan di Meranti tidak tepat. Besarnya biata angkut dan pajak yang dikenakan kepada pengusaha sangat memberatkan, akibatnya harga barang yang diedarkan semakin mahal. "Yang kasihan masyarakat, harga-harga kebutuhan pokok menjadi mahal," jelas H Syahril.

Pengusaha lainnya juga mengaku hal yang sama. "Masuknya barang makanan dari luar negeri secara nyata sangat membantu masyarakat disini, kami dari pengusaha berharap dapat dipermudah dan jangan ditangkap," harapnya.

Pernyatan H. Syahril itu juga dibenarkan oleh Wakapolres Meranti, Kompol. Wawan, dari hasil pantauan pihak kepolisian, masyarakat tampak resah dengan mahalnya harga bahan makanan yang dipasok dari Jawa dan Sumatera. Selain itu kondisinya sudah tak segar lagi. "Bawang yang masuk dari Malaysia tampak segar tetapi yang dari Jawa sudah tak fresh lagi dan harganyapun lebih mahal. Jalang lebaran Pemda melakukan rapat koordinasi dan meminta kebijakan khusus dari Bea Cukai, serta Karantina, saya berharap pak Jon Erizal selaku Legislator pengesahan UU Perdagangan Lintas Batas ini dapat memperjuangkannya," harap Wakapolres demi terciptanya kondusfitas daerah.

Menyikapi masalah tersebut, Jon Erizal yang juga mantan anggota Panja Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) mengatakan akan memperjuangkan aturan perdagangan lintas batas untuk Kepulauan Meranti. "Kita akan mencoba bawa aspirasi masyarakat ini ke rapat kerja Komisi, karena secara historis daerah pesisir ini tidak bisa terlepas dari pasokan bahan makanan yang berasal dari luar negeri. Mudah-mudahan dengan latar belakang Story Record ini dapat menjadi alasan kuat untuk diberikan kebijakan khusus (Deskresi) untuk wilayah Meranti," jelas Jon Erizal.

Saat ditanya apakah masih ada peluang Kepulauan Meranti mendapat fasilitas Free Trade Zone (FTZ), seperti yang diberikan kepada Kabupaten Karimun Kepualaun Riau dan Dumai. H. Jon Erizal mengaku kemungkinan itu bisa saja terjadi dengan pertimbangan Story Record daerah pesisir. "Kita tahulah sejak saya kecil dulu memang kebutuhan pangan dari Meranti ini banyak di supply dari luar negeri dan rata-rata daerah pesisir seperti itu. Dan itu juga yang menjadi pertimbangan Kabupaten Karimun dan Dumai masuk dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ), mudah-mudahan dengan kondisi Story Record yang sama fasilitas itu juga bisa diberikan untuk Meranti," papar H. Jon Erizal.

Lebih jauh dikatakan H. Jon Erizal, sebelum masalah tersebut dibicarakan dalam Rapat Komisi XI DPR RI, ia minta kepada Pemda dan Pengusaha serta tokoh masyarakat untuk duduk semeja merumuskan usulan Kebijakan Perdagangan Lintas Batas tersebut. Usulan itu dapat dimasukan dalam bentuk surat dan dokumen pendukung lainnya. "Sebelum masalah ini diangkat dalam Rapat Komisi, saya minta Bupati dan pengusaha duduk semeja membuat usulan kepada Komisi XI," jelas H. Jon Erizal.

Dalam kesempatan itu, pengusaha juga curhat masalah penangkapan dan penyegelan terhadap bahan makanan yang berasal dari luar negeri yang disimpan di Gudang Pelindo I, Selatpanjang yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Secara aturan harusnya



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat